
MADUTV, BLITAR – Semarak budaya kembali mewarnai Kelurahan Sukorejo. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti *Kirab Budaya Eyang Sukowati ke-4* yang digelar pada hari Selasa, 7 Juli 2026.
Lurah Sukorejo, *Bapak Reyza Pahlevy Genda, S.STP., M.M.*, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelestarian adat budaya leluhur.
“Kirab Budaya Eyang Sukowati ini adalah bukti bahwa kita tidak melupakan akar budaya kita. Ini juga menjadi kegiatan partisipatif masyarakat dalam semangat gotong royong. Semua elemen masyarakat terlibat, dari persiapan sampai pelaksanaan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar acara budaya, kirab ini juga berdampak langsung pada perekonomian warga.
“Dengan adanya kirab, UMKM, pedagang, penari, dan pelaku seni lokal ikut bergerak. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus menggerakkan roda ekonomi di masyarakat,” tambah Bapak Reyza.
Kemeriahan *Kirab Budaya Eyang Sukowati ke-4* di Kelurahan Sukorejo semakin lengkap dengan kehadiran *Paguyuban Seni Tari Reog Joko Suro*.
Koordinator Joko Suro, *Bapak Purwanto*, menyampaikan bahwa keikutsertaan paguyubannya merupakan bentuk partisipasi aktif dalam melestarikan budaya.
“Kami dari Joko Suro ikut ambil bagian dalam kirab kali ini sebagai bentuk _uri-uri budaya_. Tujuannya juga untuk memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya kaum muda, agar tetap mau melestarikan dan melanjutkan warisan leluhur sebagai kekuatan budaya kita,” ujar Purwanto.
Pada kirab kali ini, Joko Suro menurunkan *30 orang penari* dengan formasi lengkap, terdiri dari:
*Dadak Merak, Klono Sewandono, Turonggo, Ganongan, dan Pengrawit.*
Purwanto berharap ke depan semakin banyak pemuda-pemudi yang bergabung dan ikut berpartisipasi dalam Kirab Eyang Sukowati.
“Besar harapan kami, tahun depan panggung kirab ini dipenuhi anak-anak muda Sukorejo. Biar warisan ini terus hidup dan nggak lekang oleh zaman,” imbuh Purwanto.
Kirab Budaya Eyang Sukowati diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat persatuan dan kesejahteraan warga Sukorejo. Dalam kemeriahan kirab tahun ini Lurah Sukorejo, Bapak Reyza Pahlevy Genda, S.STP., M.M. menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa warga msangat mencintai adat dan budaya.
“Kegiatan ini bukti kita masih cinta dan jaga adat budaya. Sekaligus jadi ajang gotong royong warga Sukorejo. Kerennya lagi, bisa menggerakkan ekonomi UMKM dan pelaku seni kita juga”, pungkasnya. (Suk)




