spot_img
Trending
Selasa, Mei 26, 2026
Beranda Banyuwangi Sopir Mengantuk, Kijang Kapsul Terjun Bebas Ke Sungai Jelang Tahun Baru

Sopir Mengantuk, Kijang Kapsul Terjun Bebas Ke Sungai Jelang Tahun Baru

376
Sebuah minibus Toyota Kijang dengan nomor polisi N/1418/ZG, yang dikemudikan oleh Muhammad Tubari, warga Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, terjun bebas ke jurang Sungai Kalisetail setinggi puluhan meter

BANYUWANGI – Sebuah insiden tragis terjadi di Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menjelang perayaan Malam Tahun Baru. Sebuah minibus Toyota Kijang dengan nomor polisi N/1418/ZG, yang dikemudikan oleh Muhammad Tubari, warga Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, terjun bebas ke jurang Sungai Kalisetail setinggi puluhan meter. Diduga sopir mengantuk, mengakibatkan enam orang termasuk sopir mengalami luka dalam kejadian yang mengguncang warga setempat.

Kondisi mobil Toyota Kijang tersebut sangat memprihatinkan setelah terperosok ke aliran Sungai Kalisetail. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu malam, ketika keluarga tersebut dalam perjalanan menjelang perayaan Malam Tahun Baru. Sebelum terjun bebas ke jurang setinggi 20 meter, pengemudi diduga mengantuk saat melintasi jalan raya dekat sungai. Hal ini diungkapkan oleh Kanit Lantas Polsek Genteng, AKP Nanang Wardhana, yang turut meninjau lokasi kejadian.

Nanang Wardhana menyampaikan bahwa sopir terlebih dahulu menabrak kendaraan dari arah berlawanan, sehingga membuat pengemudi lain terkejut. Dikarenakan diduga panik, sopir justru menginjak pedal gas dan membanting setir ke arah kanan, menyebabkan mobil tak terkendali dan terjun bebas melalui gang sempit dekat jembatan.

Proses evakuasi bangkai kendaraan dilakukan dengan menggunakan mobil derek pada Senin siang, mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Petugas kepolisian pun melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan yang semakin meluas akibat banyaknya warga yang menyaksikan proses evakuasi.

Sementara itu, keenam korban insiden tersebut telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Genteng. Beruntung, mereka tidak mengalami luka serius sehingga diizinkan pulang oleh tim dokter yang menangani. Evakuasi dan penanganan korban merupakan upaya bersama pihak berwenang untuk mengatasi dampak tragis ini.