spot_img
Trending
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda BERITA UTAMA Proyeksi Hemat Devisa Rp170 Triliun, Khofifah Siap Amankan Rantai Pasok B50 di...

Proyeksi Hemat Devisa Rp170 Triliun, Khofifah Siap Amankan Rantai Pasok B50 di Jatim

3
Foto : Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menghadiri peluncuran mandatori Biodiesel B50 oleh Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia di SPBU 34.413.40 Rest Area KM 57A Tol Jakarta - Cikampek Karawang, Kamis (9/7/2026) kemarin. Foto: Humas Pemprov Jatim.

JAKARTA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri langsung peluncuran mandatori Biodiesel B50 yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Karawang. Pemprov Jatim menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi motor akselerasi pengamanan rantai pasok energi baru terbarukan tersebut.

Langkah transisi energi nasional ini diproyeksikan membawa dampak ekonomi masif. Presiden Prabowo Subianto menegaskan, program mandatori B50 ini ditargetkan mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun serta memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 44,46 juta ton CO₂ pada tahun 2026.

Khofifah mengapresiasi tinggi kebijakan berani tersebut sebagai lompatan taktis menuju kedaulatan energi nasional sekaligus memutus ketergantungan impor bahan bakar fosil.

“Peluncuran B50 merupakan langkah besar menuju kedaulatan energi nasional. Kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki bangsa sendiri,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Khofifah, implementasi B50 akan stimulan kuat bagi efek berganda (*multiplier effect*) ekonomi daerah, khususnya pada penguatan sektor perkebunan kelapa sawit rakyat, industri pengolahan, hingga efisiensi sektor transportasi logistik.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang dari mandatori B50 ini menuntut konsistensi kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN sektor energi, pelaku usaha swasta, akademisi, hingga kesiapan masyarakat sebagai konsumen akhir.

Sinergi lintas sektor tersebut diyakini tidak hanya akan memperkokoh ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

“Jawa Timur memiliki seluruh modal untuk menjadi penggerak akselerasi energi berbasis biodiesel. Sebagai pusat industri dan logistik nasional, kami siap memastikan implementasi B50 berjalan optimal di daerah,” pungkas Khofifah. (Red/Fat)