
KEDIRI, JAWA TIMUR – Sejumlah siswa-siswi MI Al Ashar Tulungagung mengadakan kunjungan edukasi ke kawasan Gunung Kelud, sebagai bagian dari upaya mendidik mereka sejak dini. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari MI Al Ashar Tulungagung untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam berinteraksi dengan tanaman nanas, salah satu potensi unggulan di Kabupaten Kediri yang telah diekspor ke berbagai negara.
Para siswa kelas 5 terlibat langsung dalam kegiatan menanam nanas, dibimbing oleh para pengajar untuk memahami teknik penanaman dan pemberian pupuk. Vinorita, Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Holtikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa terdapat empat jenis nanas di Kediri, termasuk jenis Queen, Queen Simpleks, Nanas Smotkayen, dan Nanas PK Satu atau Nanas Pasir Kelud Satu.
Vinorita menekankan pentingnya memahami variasi jenis nanas ini, terutama bagi para pelajar, sebagai bekal pengetahuan dalam mengembangkan potensi pertanian di daerah tersebut. “Pendidikan sejak dini tentang budidaya tanaman ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi siswa untuk lebih memahami potensi lokal,” ujar Vinorita.
Setelah mempelajari proses menanam nanas, para siswa melanjutkan ke tahap berikutnya dengan menciptakan produk turunan dari buah nanas. Kegiatan ini diharapkan dapat melatih keterampilan wirausaha para siswa kelas 5. Rumah produksi yang menjadi lokasi kegiatan ini, terletak di Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, dimiliki oleh Dinar.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pertanian, tetapi juga dapat melatih kemandirian dan jiwa wirausaha sejak dini,” ungkap Dinar, pemilik rumah produksi Comut. Upaya ini sejalan dengan tujuan pendidikan untuk memberikan pembelajaran yang holistik, menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan dan semangat berwirausaha.




