
Sidoarjo – Masyakarat di kawasan Tulangan, Sidoarjo, telah mengenali keberadaannya sebagai “Kampung Roti Goreng” selama 41 tahun. Roti goreng, dengan harga jual seribu rupiah per biji, masih menjadi primadona dan pilihan utama bagi warga. Perajin roti goreng di Tulangan, Sidoarjo, mengklaim bahwa produksi mereka mampu menghasilkan puluhan juta rupiah setiap bulannya.
Dengan jarak sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Sidoarjo, Kampung Roti Goreng tetap menjadi pusat kuliner yang terkenal dengan cita rasa enak dan harga yang terjangkau. Sebagian besar penduduk di daerah ini mencari nafkah sebagai perajin roti goreng. Selain dikenal lezat, produk roti goreng dari Kampung Roti Goreng Keputran, Tulangan, Sidoarjo, juga terkenal tahan lama dan terjangkau.
Saat ini, terdapat sekitar 20 perajin roti goreng yang masih aktif berproduksi, menghasilkan belasan keranjang setiap harinya. Bahan baku utama meliputi tepung terigu, gula, soda, dan pengembang roti, membuat proses produksi roti goreng ini relatif mudah. Setiap perajin mampu menghasilkan 12 hingga 15 keranjang berisi 150 biji roti goreng.
Roti goreng hasil produksi Kampung Roti Goreng Tulangan-Sidoarjo tidak hanya dipasarkan di pasar tradisional Sidoarjo, tetapi juga dikirim ke pasar di Mojokerto, Mojokerto, hingga Jombang. Para perajin mengungkapkan bahwa produksi roti goreng memberikan keuntungan yang menjanjikan, terutama saat musim hujan seperti saat ini.
Dengan harga jual seribu rupiah per biji, para perajin mampu meraih keuntungan 1 hingga 2 juta rupiah per hari, atau sekitar 40 hingga 60 juta rupiah per bulan. Terlebih lagi, permintaan roti goreng meningkat dua kali lipat selama musim hujan dibandingkan hari-hari biasa.




