spot_img
Trending
Jumat, Juli 17, 2026
Beranda RAGAM BERITA Analisis Gus Ulib Darul ‘Ulum: Mengapa Menteri Haji Irfan Yusuf Adalah Jawaban...

Analisis Gus Ulib Darul ‘Ulum: Mengapa Menteri Haji Irfan Yusuf Adalah Jawaban untuk Masa Depan PBNU?

1

MADUTV, JOMBANG – Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dinilai sebagai figur paling ideal untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikutnya. Berdasarkan analisis Pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang, KH Zainul Ibad As’ad (Gus Ulib), rekam jejak kepemimpinan Gus Irfan di sektor pesantren, ekonomi umat, hingga birokrasi nasional menjadi bukti konkret bahwa beliau sangat pantas mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat Nahdliyin.

Punya Rekam Jejak Komplet: Pesantren, Ekonomi, dan Birokrasi
Menurut analisis Gus Ulib, kepantasan Gus Irfan bukan sekadar karena faktor keturunan, melainkan kapasitas kepemimpinannya yang sudah teruji di berbagai bidang.

“Gus Irfan memiliki pengalaman yang lengkap. Beliau tumbuh dari lingkungan pesantren, memahami tradisi NU, dan memiliki pengalaman mengelola lembaga besar di tingkat nasional,” ujar Gus Ulib.

Berikut adalah rekam jejak panjang Gus Irfan yang melandasi kuatnya dukungan tersebut:

Pondasi Kuat di Dunia Pesantren: Mengabdi sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng sejak tahun 1989 dan mengasuh Pesantren Al-Farros sejak 2006.

Kiprah Struktural di Jam’iyah:
Pernah aktif sebagai Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU, lembaga yang mengoordinasikan jaringan pesantren di Indonesia.

Penggerak Ekonomi Umat:
Menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) serta Komisaris Utama PT BPR Tebuireng (1996–2016).

Karier Politik dan Kebijakan:
Terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Jatim VIII pada Pileg 2024 sebelum akhirnya dipanggil ke kabinet.

Puncak Jabatan Birokrasi:
Ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji, yang kemudian bertransformasi menjadi Menteri Haji dan Umrah RI pertama dalam sejarah kabinet Indonesia.

Dukungan Total dari Warga Nahdliyin
Gus Ulib menegaskan bahwa dengan profil kepemimpinan seperti ini, warga NU semestinya bersyukur dan mendorong penuh langkah Gus Irfan. Kehadiran Gus Irfan di bursa kepemimpinan PBNU dinilai membawa angin segar karena beliau tidak terlibat dalam faksionalisme atau konflik internal kepengurusan masa lalu.

Integritasnya yang teruji saat mengelola kementerian strategis serta keilmuannya yang mumpuni—ditandai dengan gelar Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Malang—membuatnya menjadi titik temu yang mempersatukan berbagai elemen di dalam NU.

Kembali ke Khittah: “Sebaik-baik Perawat Kebun adalah Pemiliknya”

Sebagai cucu langsung dari pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Gus Irfan memikul tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga marwah organisasi. Gus Ulib menggunakan analogi mendalam untuk menggambarkan mengapa faktor ini menjadi sangat krusial dalam Muktamar mendatang.

“Sebaik-baik perawat kebun adalah pemilik kebun atau keturunan anak dari pemilik kebun itu sendiri. Nah, Gus Irfan itu adalah keturunan dari pemilik kebun besar (NU), dan tentunya, beliau pasti akan menjadi yang terbaik untuk bisa merawat NU ini,” pungkas Gus Ulib optimis.

Perpaduan antara trah murni pendiri NU, rekam jejak mengelola birokrasi negara, serta ketulusan untuk berkhidmat menjadi alasan utama mengapa masyarakat Nahdliyin diakar rumput dinilai patut satu suara mendukung Gus Irfan menuju kursi Ketum PBNU. (Aji)