spot_img
Trending
Selasa, Juni 2, 2026
Beranda BERITA VIDEO Ramadhan Hari Pertama di Gaza, Bom Israel Tak Henti dan Warga Kekurangan...

Ramadhan Hari Pertama di Gaza, Bom Israel Tak Henti dan Warga Kekurangan Makanan

2686

GAZA, MADU TV – Ramadhan kerap menjadi momentum untuk dekat dengan keluarga dan menjadi waktu hangat dengan rasa syukur akan keberadaan. Namun, di Gaza, Palestina, suasana berbeda. Warga Gaza terus menerima serangan dari Israel bahkan hingga warga mengalami kekurangan makanan dan kehilangan tempat tinggal.

Dalam sebuah video viral, seorang pasangan kakek dan nenek terlihat menyantap buka puasa di tengah tumpukan bangunan yang runtuh, saling berbagi makanan seadanya. Kondisi ini sungguh berbeda dengan bulan suci yang biasanya sangat dinantikan di Gaza, karena bulan ini memberikan waktu bagi umat Islam untuk merenung dan melaksanakan ibadah, serta menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan orang-orang terkasih.

Namun, tahun ini, Ramadhan yang telah dimulai pada hari Senin, telah membuat banyak orang merasa cemas, setelah lebih dari lima bulan terjadi perang di wilayah kantong yang terkepung tersebut. Warga Gaza kesulitan mencari kebutuhan pokok pada awal Ramadhan. Ramadhan dimulai tanpa gencatan senjata, yang membuat rakyat Palestina dibayangi bencana kelaparan dan kehancuran Gaza.

Lebih dari 30.900 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak dimulainya perang pada 7 Oktober, sementara 70.000 orang terluka. PBB mengumumkan pada Sabtu (9/3/2024), bahwa 80 persen wilayah Gaza kini tidak dapat dihuni, sementara tingkat kelaparan mencapai 100 persen.

Bagi Zaza, salah satu warga Palestina, suara kegembiraan yang biasa terdengar sepanjang bulan Ramadan, tahun ini telah digantikan dengan air mata. PBB dan beberapa lembaga bantuan telah berulang kali memperingatkan bahwa Gaza berada di ambang kelaparan, dan mereka menyerukan agar Israel segera mengizinkan bantuan.

Mereka yang kekurangan gizi, dan wanita yang sedang menstruasi, hamil, atau menyusui, dibebaskan dari puasa. Begitu pula mereka yang sakit atau bepergian. Masyarakat Gaza telah dilemahkan oleh pengepungan dan pemboman selama berbulan-bulan.

Kondisi ini menunjukkan penderitaan yang mendalam yang dialami oleh warga Gaza, di mana mereka berjuang untuk bertahan hidup di tengah serangan dan keterbatasan yang terus berlanjut.