spot_img
Trending
Kamis, Juli 9, 2026
Beranda EKONOMI Petani di Dusun Mbulusari Sedekah Bumi, Berdoa agar Hasil Panen Melimpah dan...

Petani di Dusun Mbulusari Sedekah Bumi, Berdoa agar Hasil Panen Melimpah dan Bebas Hama

54

MADUTV, BANYUWANGI – Ratusan warga dan petani di Dusun Mbulusari menggelar tradisi adat sedekah bumi yang berlangsung khidmat di sepanjang area persawahan desa setempat. Ritual turun-temurun ini sengaja dihidupkan kembali sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama demi kelancaran musim tanam dan panen mendatang.

​Acara yang kental dengan nuansa budaya Jawa tersebut tidak hanya diikuti oleh warga lokal, tetapi juga dihadiri langsung oleh jajaran kepolisian dari Kapolsek Gambiran bersama anggota, Danramil Gambiran bersama personil TNI, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Kehadiran para tokoh ini menjadi bentuk sinergi dan dukungan moral yang kuat bagi para petani di Mbulusari.

​Sesepuh Dusun Mbulusari, Bapak Suyitno, menjelaskan bahwa tradisi sedekah bumi ini kembali digalakkan lantaran maraknya keluhan dari para petani yang kerap mengalami kegagalan panen pada musim-musim sebelumnya akibat serangan hama.

​”Ini dalam rangka sedekah bumi. Karena kita orang Jawa, kami masih murni memegang teguh adat dan budaya Jawa. Akhir-akhir ini semua petani mengeluh karena tanaman mereka sudah beberapa kali gagal panen,” kata Suyitno saat ditemui di lokasi acara.

​Melalui ritual doa dan kenduri bersama ini, warga berharap agar hasil bumi mereka dilindungi dari marabahaya serta diberikan kelimpahan yang berkah.

​”Jadi dengan sedekah bumi ini, harapannya nanti panen warga bisa berlimpah, lalu hama serta penyakit tanaman bisa berkurang bahkan hilang dari cobaan apa pun,” lanjut Suyitno.

​Berdasarkan data di lapangan, agenda kenduri desa ini diikuti oleh sekitar 118 pemilik lahan sawah di wilayah Dusun Mbulusari. Melalui kegiatan ini, pihak sesepuh desa beserta Ketua HIPPA dan jajaran PPL berharap kesadaran gotong royong antarpetani kian meningkat. Selain itu, kegiatan tahunan ini diharapkan dapat terus dilestarikan agar kebudayaan asli daerah tidak punah tergerus zaman.

​Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan makan bersama berkat kenduri di sepanjang jalan setapak sawah dengan suasana penuh kebersamaan antara warga, TNI, Kepolisian, dan instansi pertanian. (Gus)