
Blitar – Seorang pemuda di kota Blitar, Jawa Timur, telah berhasil mengubah limbah kayu menjadi jam tangan dengan nilai ekonomis tinggi. Dalam sebulan, lebih dari 100 jam tangan kayu diproduksi, menghasilkan omset mencapai jutaan rupiah.
Bayangkan deretan jam tangan indah yang terbuat dari limbah kayu. Desain yang menarik, warna kayu yang khas, semuanya membuat jam tangan kayu ini memiliki nilai ekonomis yang signifikan.
Pabrik pembuatan jam tangan milik Ryssa Putri dan kawan-kawannya berlokasi di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Proses pembuatannya dimulai dengan pemotongan limbah kayu yang berasal dari pembuatan alat musik. Limbah tersebut kemudian dihaluskan menggunakan mesin gerinda. Setelah itu, limbah kayu yang sudah dipotong sesuai model dirangkai dengan komponen jam dan bahan-bahan lainnya hingga menjadi jam kayu yang indah dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
Ide untuk membuat jam kayu ini muncul ketika Ryssa Putri dan kawan-kawannya melihat banyaknya limbah kayu yang dibuang begitu saja. Melihat potensi bisnis pada limbah tersebut, mereka memutuskan untuk membeli limbah tersebut dan menghasilkan jam tangan yang unik.
Ryssa Putri, produsen jam tangan dari limbah kayu, menjelaskan, “Jam ini berasal dari limbah kayu bekas kerajinan alat musik. Kami membelinya dan mengubahnya menjadi jam dengan nilai ekonomis tinggi.”
Harga satu buah jam tangan kayu ini dibandrol mulai dari 250 hingga 350 ribu rupiah. Dalam sebulan, lebih dari 100 jam tangan kayu diproduksi, menciptakan omset yang mencapai jutaan rupiah.




