spot_img
Trending
Selasa, Juni 2, 2026
Beranda BERITA VIDEO Menparekraf Sebut Grebeg Sudiro dari Tradisi Kelurahan Naik Kelas Jadi Event Nasional

Menparekraf Sebut Grebeg Sudiro dari Tradisi Kelurahan Naik Kelas Jadi Event Nasional

241
Menteri Sandiaga Uno menyampaikan apresiasinya saat berkunjung ke kawasan Pasar Gede, Solo, pada tanggal 10 Februari 2024.

SOLO, MADU TV – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabarekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan apresiasi terhadap Grebeg Sudiro 2024, sebuah tradisi yang dihelat di Kelurahan Sudiropajan, Solo, Jawa Tengah. Acara ini merupakan bentuk akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa, yang berhasil menjadi event nasional.

Menteri Sandiaga Uno menyampaikan apresiasinya saat berkunjung ke kawasan Pasar Gede, Solo, pada tanggal 10 Februari 2024. Grebeg Sudiro menjadi bagian dari rangkaian 100 Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah event yang memasuki tahun ke-15 dan menjadi simbol aktualisasi, akulturasi, pembauran, dan harmoni dalam kebhinekaan di kawasan heritage Pasar Gede dan Kampung Pecinan yang merupakan bagian dari Kelurahan Sudiropajan.

Dalam kunjungannya, Menteri Sandiaga Uno menjelaskan bahwa Grebeg Sudiro menjadi bagian dari perayaan Imlek dan tahun ini bertepatan dengan kampanye salah satu pasangan calon presiden/caleg di Solo. Masyarakat yang datang ke kampanye juga turut berbelanja dan berburu wisata kuliner.

“Grebeg dalam tradisi Jawa merujuk pada perayaan rutin dan ucapan syukur untuk memperingati peristiwa penting. Sedangkan ‘Sudiro’ diambil dari kampung Sudiropajan di sekitar Pasar Gede. Tradisi ini awalnya untuk memperingati ulang tahun Pasar Gede Hardjonagoro yang digagas oleh warga etnis Tionghoa dan Jawa di kampung tersebut,” jelas Menteri Sandiaga.

Dengan semangat kebhinekaan, Pemerintah Kota Solo mendukung Grebeg Sudiro sebagai perayaan tahunan. Acara ini melibatkan dua kegiatan utama, yakni Sedekah Bumi dan Kirab Budaya. Sedekah Bumi mengungkapkan rasa syukur pedagang Pasar Gede dan masyarakat sekitar, sementara Kirab Budaya melibatkan kerjasama dua etnis, Tionghoa dan Jawa, dengan menampilkan tarian khas Jawa, serta pertunjukan liong dan barongsai.

Dalam kunjungannya, Menteri Sandiaga Uno didampingi oleh Direktur Pemasaran Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono, dan Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Agustin Perangin-Angin. Grebeg Sudiro menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama antar-etnis dalam menjaga dan merayakan kebhinekaan budaya di tanah air.