spot_img
Trending
Selasa, Juni 2, 2026
Beranda BERITA VIDEO Menempuh Perjalanan Selama Kurang Lebih Tiga Jam dari Manila, Presiden Joko Widodo...

Menempuh Perjalanan Selama Kurang Lebih Tiga Jam dari Manila, Presiden Joko Widodo Tiba di Vietnam

207
Presiden Joko Widodo tiba di Vietnam

Hanoi – Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam dari Manila, Filipina, Presiden Joko Widodo tiba di Vietnam pada Kamis, 11 Januari 2024. Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan delegasi mendarat di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi, sekitar pukul 14.45 waktu setempat.

Di bawah tangga pesawat terlihat menyambut Presiden Jokowi, antara lain Kepala Kantor Presiden Vietnam, Le Khanh Hai; Duta Besar Vietnam untuk RI, Ta Van Thong; Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam, To Anh Dung (To Anz Dzung); Chairman of Ha Noi People’s Committee, Tran Sy Thanh (Cansitainh); Dirjen Protokol Negara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Nguyen Viet Dung (Nguyenvitdzung); Dirjen Departemen Urusan Luar Negeri Kantor Presiden Vietnam, Nguyen Vu Ha Le; Direktur Asia Selatan Kementerian Luar Negeri Vietnam, Pham Hung Tam (Vamhungtam); Duta Besar RI untuk Vietnam, Denny Abdi; dan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Hanoi, Kol. Laut (P) Dian Tri Hutanto.

Setelah mendarat di bandara, Presiden Jokowi langsung menuju hotel tempatnya bermalam di Hanoi. Di hotel, Presiden Jokowi disambut oleh Konsul Jenderal Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan; General Manager Hotel Melia Hanoi, Santiago Cabre; staf KBRI Hanoi; serta sejumlah masyarakat dan diaspora Indonesia.

Di Hanoi, Presiden Jokowi diagendakan untuk bertemu sejumlah pemimpin Vietnam, termasuk Presiden Vietnam Võ Văn Thưởng, Perdana Menteri Vietnam Phạm Minh Chính, hingga Presiden Majelis Nasional Vietnam Vương Đình Huệ.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam penerbangan dari Manila menuju Hanoi adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandi Sulistiyanto, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Achiruddin.