spot_img
Trending
Senin, Mei 25, 2026
Beranda BERITA VIDEO Mendag Zulkifli Hasan Meresmikan Pasar Rakyat Cepu Induk

Mendag Zulkifli Hasan Meresmikan Pasar Rakyat Cepu Induk

213
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, meresmikan Pasar Rakyat Cepu Induk di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah,

Blora, Jawa Tengah – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, meresmikan Pasar Rakyat Cepu Induk di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Minggu (21/1/2024). Pembangunan pasar ini telah berlangsung sejak Jumat (1/9/2023) hingga Jumat (29/12/2023).

Pasar Rakyat Cepu Induk memiliki kapasitas untuk menampung 600 pedagang dengan total 107 unit kios, serta dua unit los baru, masing-masing dapat menampung 256 titik. Ragam komoditas yang dijual meliputi barang kebutuhan pokok, sayuran, jajanan pasar, pakaian, sepatu, tas, dan peralatan rumah tangga.

Didesain dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat, Pasar Rakyat Cepu Induk menekankan aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung guna meningkatkan transaksi perdagangan. Revitalisasi Pasar Cepu Induk dilakukan melalui anggaran Dana Tugas Pembantuan tahun 2023 senilai Rp 3 miliar, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2023.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, memberikan pesan agar pasar yang telah dibangun dapat dikelola dan dipelihara dengan baik secara konsisten. Hal ini diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan dan perekonomian, khususnya di kalangan masyarakat Cepu.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli juga menyampaikan bahwa pemerintah selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat, mulai dari ketersediaan hingga harga barang kebutuhan pokok (BAPOK) yang terjangkau. Dalam pemantauan Zulkifli, harga BAPOK saat ini relatif stabil, dengan harga beras premium sebesar Rp 13.500 per kg, beras medium Rp 11.500 per kg, telur ayam Rp 24.500 per kg, dan daging sapi Rp 125.000 per kg.

Setelah meresmikan Pasar Rakyat Cepu Induk, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berdialog dengan masyarakat sekitar di Gedung Dakwah Muhammadiyah. Ia mendorong semua pemangku kepentingan, termasuk Muhammadiyah, untuk ikut serta dalam menggerakkan ekonomi mikro dan membangun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).