
BLITAR – Seiring mendekatnya perayaan Imlek, perajin lilin ukir di Kota Blitar, Jawa Timur, mengalami lonjakan pesanan yang signifikan. Dalam momen perayaan Imlek tahun ini, bisnis perajin lilin ukir seperti Dedy Wirabuan mengalami kebanjiran order, mencapai omzet belasan juta rupiah.
Lilin menjadi salah satu barang yang tak terpisahkan dalam perayaan Hari Raya Imlek bagi umat Tionghoa. Para produsen lilin di berbagai daerah mengalami lonjakan pesanan yang cukup besar. Salah satunya adalah perajin lilin ukir, Dedy Wirabuan, yang memiliki usahanya di Kelurahan Tlumpu, Kota Blitar, Jawa Timur.
Menjelang perayaan Imlek, lilin ukir buatan Dedy selalu menjadi incaran warga, terutama umat Tionghoa. Dalam satu momen perayaan Imlek, lebih dari 100 batang lilin ukir berhasil terjual, dengan omzet mencapai belasan juta rupiah. Tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi pesanan lilin ukir karya Dedy juga sudah merambah pasar internasional, seperti Malaysia, Singapura, Inggris, hingga Australia.
Proses pembuatan lilin ini melibatkan bahan-bahan seperti minyak bumi dan pewarna lilin yang dipanaskan hingga cair. Kemudian, lilin yang telah dicetak dicelupkan ke dalam cairan lilin berwarna, menghasilkan gradasi warna yang menarik. Barulah setelah itu, lilin diukir menggunakan pisau sesuai dengan motif yang diinginkan.
Dedy Wirabuan, perajin lilin ukir tersebut, menjelaskan bahwa satu batang lilin ukir dijual dengan harga mulai dari 12 ribu hingga 120 ribu rupiah, tergantung pada motif dan ukuran. Kesuksesan bisnisnya tidak hanya memberikan berkah di tingkat nasional, tetapi juga di pasar internasional.




