spot_img
Trending
Selasa, Juni 2, 2026
Beranda Jawa Tengah Candi Borobudur Resmi Menjadi Destinasi Wisata Religi Umat Buddha Dunia

Candi Borobudur Resmi Menjadi Destinasi Wisata Religi Umat Buddha Dunia

664
Candi Borobudur, sebuah keajaiban arsitektur dan warisan budaya Indonesia, secara resmi diumumkan sebagai destinasi wisata religi bagi umat Buddha di seluruh dunia

MAGELANG, JAWA TENGAH – Candi Borobudur, sebuah keajaiban arsitektur dan warisan budaya Indonesia, secara resmi diumumkan sebagai destinasi wisata religi bagi umat Buddha di seluruh dunia. Keputusan ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Agama RI (Kemenag RI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Borobudur, yang kini secara resmi diakui sebagai tempat ibadah utama bagi umat Buddha Indonesia dan dunia, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dari mancanegara. Keputusan ini menciptakan peluang besar untuk memanfaatkan Candi Borobudur sebagai pusat spiritual dan keagamaan, yang telah diwujudkan melalui kesepakatan bersama antara pihak terkait.

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan nyata dari komitmen pemerintah dalam mengembangkan destinasi wisata super prioritas. Candi Borobudur dianggap memiliki nilai luar biasa, baik secara spiritual, kebudayaan, maupun keindahan alamnya. Menteri Agama juga menyampaikan rasa syukur karena kini Borobudur resmi dimanfaatkan sebagai destinasi wisata religi Buddha dunia, sebagai implementasi dari prinsip moderasi beragama dan tekad pemerintah untuk memberikan jaminan kepada umat beragama dalam menjalankan ibadah mereka.

Menurut Menteri Agama, keputusan ini lahir dari Konferensi Kerja Sama Bimas Buddha dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Indonesia (APTABI). Konferensi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 10 negara, termasuk Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Vietnam, India, Amerika, Nepal, dan Kamboja. Output dari konferensi tersebut adalah pemahaman bersama terhadap peran Candi Borobudur dalam dharmayatra dan wisata Buddha.

Pemanfaatan Candi Borobudur sebagai tempat ibadah utama umat Buddha Indonesia dan dunia telah berlangsung dengan sukses, terutama untuk perayaan Waisak dan Asadha. Selanjutnya, setelah diresmikan sebagai pusat ibadah, Candi Borobudur akan dimanfaatkan untuk perayaan hari besar keagamaan lainnya, menegaskan peran pentingnya dalam menyatukan umat Buddha dari berbagai belahan dunia.