
SURABAYA, – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan inspeksi ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya pada hari Sabtu. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas laboratorium beroperasi dengan baik.
Setibanya di lokasi, Menkes Budi beserta rombongan langsung meninjau berbagai fasilitas di BBLKM Surabaya, termasuk Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR), Laboratorium Virologi, Laboratorium Tuberkulosis (TBC), Laboratorium Toksikologi, Laboratorium Kimia Amami (Food and Beverage), dan Laboratorium Imunologi.
BBLKM Surabaya kini menjadi rujukan nasional pengujian antimikroba (AMR) tidak hanya untuk Jawa Timur, melainkan juga bagi sebagian besar masyarakat Indonesia bagian timur. Sebagai laboratorium rujukan nasional, BBLKM Surabaya memiliki peran penting dalam pengawasan AMR, khususnya di wilayah Indonesia timur.
Menteri Kesehatan Budi mengungkapkan bahwa BBLKM Surabaya mampu mendeteksi jenis kuman dalam hitungan menit, memudahkan dokter untuk memberikan terapi kepada pasien dengan akurat. Selain meninjau fasilitas laboratorium, Menkes Budi juga memeriksa fasilitas lain seperti taman, furnitur, dan sarana lainnya demi kenyamanan masyarakat yang berkunjung.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes Budi menekankan pentingnya pengukuran efisiensi kerja SDM dan penyelesaian hambatan operasional di BBLKM Surabaya. Ia juga menegaskan bahwa gaji SDM tidak boleh mengalami pemotongan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa kedua satuan kerja berbasis laboratorium kesehatan sepakat untuk mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan dengan bergabung menjadi Bagian Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.
Kunjungan Menkes Budi Gunadi Sadikin ini memberikan gambaran jelas tentang komitmen pemerintah dalam memastikan kualitas layanan kesehatan di wilayah timur melalui BBLKM Surabaya yang kini menjadi rujukan nasional.a




