spot_img
Trending
Sabtu, Juli 18, 2026
Beranda RAGAM BERITA Waspadai Pungli di Hari Jadi Kota Kediri, Saroja Terus Plototi Event-Event Yang...

Waspadai Pungli di Hari Jadi Kota Kediri, Saroja Terus Plototi Event-Event Yang di Gelar Termasuk Penampilan Arilaso yang di Hadirkan di Kota Tahu

1

MADUTV, KEDIRI – Sukacita perayaan Hari Jadi Kota Kediri yang sudah terjadwal menjadi perhatian khusus Paguyuban Sahabat Boro Jarakan -SeRoJa untuk menekan adanya aksi Pungutan Liar terhadap para pelaku UMKM yang sudah melapor kepihaknya usai gelaran event yang pernah digelar di Kawasan GOR Jayabaya Kota Kediri.

Paska temuan dan laporan dari sejumlah pelaku UMKM, Saroja langsung berinisiatif mendatangi Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priambodo yang juga Sekretaris Hari Jadi Kota Kediri 2026.Diberitakan sebelumnya atas klarifikasi langsung Kadisbudparpora ke Saroja diharapkan kedepannya tidak ada lagi praktek praktek pungli oknum yang mengatasnamakan dari sejumlah pihak yang menjadi penyelenggara.

Supriyo Dewan Pengawas SaRoJa- Sahabat Boro Jarakan menegaskan, dalam akhir- akhir bulan ini masih ada event event besar yang akan digelar di Kawasan GOR Jayabaya apakah itu Arilaso ataupun event lainnya, kami berharap pengelolaan giat dalam rangka Hari Jadi itu untuk dilakukan pengaturan yang baik dan memberi ruang pelaku UMKM yang ada agar bisa menikmati perayaan Hari Jadi Kota Kediri ini dengan Riang dan Gembira.

“Bila perlu ada identitas atau keplek (kartu) yang disiapkan oleh penyelenggara untuk pelaku UMKM bisa masuk kelokasi yang telah disediakan, kami dari Saroja akan menyebar crewnya untuk melihat langsung dilokasi guna menekan praktek praktek Lancung yang dilakukan oknum oknum yang mengatasnamakan penyelenggara,”kritiknya dengan nada lantang

Lebih tegas Supriyo Mantan Aktivis 1998 ini tak peduli mau event apapun kalau ada oknum oknum yang mengaku penyelenggara melakukan pungli tidak akan segan segan melaporkannya apalagi berkaitan dengan Hari Jadi Kota Kediri yang berkaitan dengan uang rakyat.

Supriyo juga blak-blakan menyuarakan kegelisahan para pedagang yang merasa diperas saat gelaran di GOR Jayabaya Kota Kediri yang merupakan ruang publik untuk masyarakat

​Modus Lapak Mahal: Pedagang Bukannya Untung Malah Buntung
​Bukan sekadar desas-desus, Supriyo mengaku telah mengantongi sejumlah bukti konkret dari laporan para korban. Keluhan yang masuk didukung oleh bukti video hingga keterangan tertulis mengenai beban biaya sewa lapak yang dinilai tidak masuk akal bagi pedagang kecil.

​”Kami menerima aduan langsung dari para pedagang kecil. Faktanya, mereka terpaksa membayar ratusan ribu rupiah untuk satu lapak dalam sehari. Setelah event selesai, jangankan untung, mereka justru menangis karena biaya sewa itu bahkan mencapai dua kali lipat dari total pendapatan mereka,” ungkap Supriyo dengan nada prihatin.

​Ia menyayangkan adanya oknum yang memanfaatkan momen tahunan ini demi meraup keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Padahal bagi para pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil, event besar Kota Kediri adalah pintu rezeki utama yang telah dinanti-nanti untuk menyambung hidup keluarga.

​Berkaca dari kasus ini, Supriyo meminta Pemerintah Kota Kediri tidak tinggal diam. Ia mendesak Wali Kota Kediri beserta jajaran dinas terkait untuk memperketat proses mitigasi dan perizinan sebelum memberikan lampu hijau pada penyelenggaraan acara di masa mendatang. Ada beberapa poin krusial yang ia harapkan segera dievaluasi oleh pemerintah daerah:

​Transparansi Profil Penyelenggara: Pemerintah harus memverifikasi secara pasti legalitas komunitas yang menggelar acara dan apa tujuan utamanya.

​Penyusunan SOP Resmi: Perlu dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tegas mengenai hak dan kewajiban selama event berlangsung.

​Larangan Pungutan Liar: Aturan harus menyatakan secara gamblang larangan memungut biaya apa pun dari pedagang kecil, kecuali untuk fasilitas mandiri yang memang disepakati secara transparan (seperti sewa tenda pihak ketiga).

​”Kota Kediri ini milik kita bersama, milik semua warga, bukan milik perorangan atau komunitas tertentu saja. Silakan buat acara kemanusiaan atau hiburan, tapi jangan pernah membebani masyarakat kecil yang sedang mengais rezeki,” tegas Supriyo.

​Pihak Saroja berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pemangku kebijakan, agar perayaan-perayaan besar di Kota Kediri berikutnya benar-benar membawa berkah bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Di sisi lain, pihak Humas PT Gudang Garam Tbk (GG) yang setiap tahunnya mensuport event Hari Jadi Kota Kediri yang dalam waktu dekat akan menghadirkan Artis Ibu Kota Arilaso mengaku bahwa event yang akan digelar di GOR Jayabaya secara professional akan ditangani oleh Manajemennya dan berkaitan diluar penyelenggaran diluar panggung ataupun kawasan event bukan menjadi kewenangan pihak GG untuk event mendatang.

“Dari Manajemen kami sifatnya mensuport kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan Hari Jadi Kota Kediri dan berterima kasih atas berbagai masukkan maupun apresiasi terhadap kami untuk bisa selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat,”terang Iwhan Tricahyono Humas PT.Gudang Garam Kediri Tbk

Iwhan Tricahyono, menegaskan bahwa untuk urusan teknis lapangan, pergelaran acara murni dikerjakan oleh pihak Event Organizer (EO).
​Iwhan menjelaskan bahwa sebagai perusahaan yang tumbuh bersama masyarakat Kediri, Gudang Garam selalu berkomitmen mendukung penuh rangkaian Hari Jadi Kota Kediri. Namun, pihak manajemen tidak ingin dukungan tulus tersebut justru dinodai oleh tindakan oknum tidak bertanggung jawab di luar agenda resmi, seperti pada gelaran konser Ari Lasso.

​Manajemen berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas, sehingga tidak ada tindakan oknum di luar gelaran utama yang dapat merusak citra baik perusahaan maupun nama baik Kota Kediri secara keseluruhan. (Ef)