spot_img
Minggu, Maret 15, 2026
Beranda RAGAM BERITA Tolak Kebijakan Uji Coba Rekayasa Lalin di Jalan Stasiun, Warga RW 7...

Tolak Kebijakan Uji Coba Rekayasa Lalin di Jalan Stasiun, Warga RW 7 Minta Pemkot Buka Ruang Dialog

58

MADUTV, KEDIRI – Paska diresmikan sebagai salah satu Ikon di Kota Kediri kawasan Jalan Stasiun sebagai pendukung program andalan Pemerintah Kota saat ini tidak langsung berjalan mulus.Adanya rencana uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Stasiun yang diterapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri mulai Senin, 5 Januari 2026 secara tegas ditolak lingkungan warga RW 07 Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota Kediri. Dan berharap Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas terkait untuk membuka ruang diskusi pelibatan rencana kedepan atas kawasan tersebut.

Warga setempat khususnya yang ada di Lingkungan RW 7 sudah merasa bersabar selama 7 bulan dari adanya revitalisasi atau pembangunan areal tersebut dengan bertahan melakukan bisnisnya.

Dari kesepakatan yang sudah dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan perwakilan seluruh RT se-RW 07 bersama pihak kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat, Sabtu (3/1/2026) atas Penolakan dari Uji Coba Rekayasa itu.

Rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan, yakni menolak pelaksanaan uji coba rekayasa lalu lintas, mempertahankan aktivitas ekonomi warga, serta menyampaikan sikap resmi penolakan kepada Dinas Perhubungan Kota Kediri melalui notulen yang difasilitasi pihak kelurahan.

Ketua RW 07 Balowerti, Mujianto, menegaskan bahwa Jalan Stasiun merupakan kawasan usaha yang selama ini menjadi tumpuan penghidupan warga. Rekayasa lalu lintas menurut warga berpotensi merugikan perekonomian masyarakat apalagi diterapkan tanpa sosialisasi lebih dulu.

“Kami menyatakan penolakan secara tegas. Tidak pernah ada sosialisasi kepada warga. Jalan Stasiun adalah kawasan bisnis, bukan kawasan wisata. Jika uji coba ini dipaksakan, dampaknya sangat merugikan masyarakat.Dan pihaknya sudah sangat bersabar saat dimulainya pembangunan hingga selesai diresmikan,kurang lebih selama 7 Bulan harus bertahan meski tidak ada kompensasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Mujianto menegaskan, Pihaknya bersama warga bukan berarti tidak mendukung pembangunan di Kota Kediri, namun berharap setiap adanya program yang akan dilaksanakan untuk dibuka ruang diskusi sehingga tidak membuat warga bertanya tanya.

“Saat peresmian dan rencana rekayasa jalur kami tidak dilibatkan, sehingga saat ini kami sepakat menolaknya,”tegasnya.

Sekedar diketahui dalam rapat tersebut, warga sepakat tetap menjalankan aktivitas ekonomi seperti biasa dan tidak mengikuti skema uji coba yang direncanakan. Mereka juga menyatakan siap mengajukan hearing dengan DPRD Kota Kediri maupun Wali Kota, bahkan melakukan aksi lanjutan apabila aspirasi tidak mendapat tanggapan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Cholisuddin menanggapi, sejauh ini rekayasa jalur dikawasan tersebut sifatnya masih uji coba dan kami minta untuk disosialisasikan oleh pihak Kecamatan,Kelurahan ataupun Satpol PP serta Disperindag.

“Itu masih uji coba mulai tanggal 5 Januari, dan nanti akan dievaluasi secara menyeluruh jika ada masukkan masukkan.Dan untuk satu jalur dari barat Ketimur di Jalan Stasiun Kediri pemberlakuannya sudah Final, “tegasnya.

Kadishub Kota Kediri menambahkan, untuk uji coba penataan parkir disentralkan di eks Pasific Motor dalam rangka untuk kerapian dikawasan Jalan Stasiun biar rapi.

“Bisa dilihat sendiri Mas, kalau Parkirnya tidak ditata dengan baik, terlihat sangat kurang Rapi sehingga kawasan itu tidak ada pembeda dari sebelumnya.Yang jelas itu masih tahap Uji Coba nantinya selalu ada perkembangan untuk lebih baik kedepannya,”tambahnya. (Ef)