Polisi tetapkan 11 tersangka kasus perusakan dan pengeroyokan oleh Geng Sakura

153

MADIUN, MADUTV – Polres Madiun kota menggelar press release tindak pidana kekerasan kasus perusakan dan pengeroyokan yang terjadi di 3 lokasi di kota Madiun.Dalam press release yang di gelar di polres Madiun kota,Rabu Pagi (05/24),polisi menetapkan 11 orang menjadi tersangka dalam Kasus Bersama-sama Melakukan Kekerasan Terhadap orang dan Barang yang terjadi di tiga TKP di Wilayah Hukum Polres Madiun Kota.

Kesebelas (11) tersangka antara lain KR, JO, ILH, MV, NV, JO, FZ, ZA, RFA, FIE, GL sembilan (9) diantaranya masih dibawah umur atau anak anak.

Selanjutnya disampaikan oleh AKBP Agus Dwi Suryanto dalam konferensi pers bahwa kejadian berlangsung Pada Hari Minggu, 19 Mei 2024 Pukul 01.00 Wib, Komunitas yang mengatasnamakan Sakura mengadakan pertemuan dalam rangka ultah ke-4 di Cafe Sugar Daddy Jl.Yos Sudarso Kelurahan Patihan Kecamatan Manguharjo Kita Madiun.

Setelah kegiatan selesai mereka melakukan konvoi namun saat melintasi di TKP 1 (satu) yaitu depan SMK Gula Rajawali/Puteran balik Jl. Yos Sudarso berpapasan dengan rombongan pengendara sepeda motor dan terjadi ejekan dan saling melempar batu kemudian bentrok sehingga mengakibatkan adanya korban luka luka sebanyak 5 (lima) orang, setelah dilakukan tindakan kepolisian yaitu penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan saksi serta BB dapat ditetapkan sebagai terduga pelaku sebanyak 4 (empat) tersangka.

Selanjutnya komunitas Sakura meninggalkan TKP 2 (dua) ke arah Desa Bagi dan berpencar, merasa kelompoknya ada korban kemudian melakukan aksi balasan di TKP 3 (tiga) Jl. Puspowarno Kecamatan Manguharjo Kota Madiun kemudian melakukan aksi penusukan dengan korban an. Zakia. Setelah dilakukan penyidikan ditetapkan 2 terduga pelaku (1 dewasa dan 1 anak).

Akibat perbuatan tersebut tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP (ancaman hukuman 7 sampai 12 tahun) jo Pasal 80 ayat (1), (2) UURI No.35 Th. 2014 (ancaman hukuman 5 tahun).

AKBP Agus Dwi Suryanto menambahkan dari kejadian tersebut terdapat 11 tersangka yang masih dalam proses penyidikan di Polres Madiun Kota, dengan 2 dewasa dan 9 anak-anak.

Lanjutnya kapolres menghimbau penting bagi kita semua, termasuk anak-anak, untuk menghindari vandalisme dan kekerasan di wilayah Kota Madiun.(rie)