spot_img
Trending
Jumat, Juni 26, 2026
Beranda RAGAM BERITA Ratusan Pemuda Dusun Ngawinan Lestarikan Tradisi Tolak Bala Lewat Acara “Bersih Dusun...

Ratusan Pemuda Dusun Ngawinan Lestarikan Tradisi Tolak Bala Lewat Acara “Bersih Dusun dengan Membaca Likhomsatun”

65

MADUTV, KEDIRI – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam sekaligus memperingati 10 Muharram 1448 H, masyarakat Dusun Ngawinan, Desa Bulu, Kecamatan Semen, menggelar acara tradisi bertajuk “Bersih Dusun Ngawinan”. Acara yang berlangsung khidmat pada Kamis malam Jumat, 25 Juni 2026 ini dimulai pada pukul 23.00 WIB. Mengambil titik kumpul (start) dan akhir (finish) di Masjid Baiturrahim, kegiatan ini dibanjiri oleh masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga larut malam.

​Kegiatan yang mengusung semboyan “Bersihkan Dusun Bersihkan Hati” ini memiliki tujuan utama untuk melestarikan budaya dan tradisi leluhur terdahulu. Momen ini secara khusus diselenggarakan untuk menghidupkan serta memuliakan malam 10 Muharram, atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai bulan Suro. Semangat “Guyub Rukun, Nguri Uri, Ngalap Berkah” tampak nyata mewarnai setiap langkah para peserta yang berjalan bersama menjaga tradisi dusun mereka.

​Tradisi Bersih Dusun ini memiliki akar sejarah dan kearifan lokal yang sangat kuat di kalangan masyarakat setempat. Pada zaman dahulu, ketika terjadi wabah penyakit yang menyebar luas atau yang dikenal dengan istilah pagebluk, ritual bersih dusun ini dilakukan sebagai ikhtiar batin untuk tolak balak (menolak musibah). Hingga kini, filosofi perlindungan tersebut tetap dijaga dengan tujuan memohon kepada Tuhan agar seluruh warga desa senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya.

​Sebagai inti dari ikhtiar tolak balak tersebut, acara ini diisi dengan kegiatan spiritual berupa pembacaan doa “Li Khomsatun Uthfi Biha”. Doa ini memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam karena merupakan sebuah ijazah (amalan yang diwariskan) langsung dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari. Lantunan doa yang menggema di sepanjang malam tersebut menyatukan hati warga, sejalan dengan falsafah hidup yang dipegang teguh, “Suro Diro Joyo Ingrat Lebur Dening Pangastuti” yang bermakna segala bentuk angkara murka akan hancur oleh kebaikan dan kelembutan hati.

​Hal yang paling membanggakan dari perhelatan Bersih Dusun tahun ini adalah tingginya tingkat partisipasi dari kelompok generasi muda. Tercatat lebih dari 100 pemuda Dusun Ngawinan turut ikut andil dan menjadi motor penggerak kelancaran acara ini. Khasib Afil, selaku tokoh pemuda dalam kegiatan tersebut, menegaskan, “Keterlibatan masif teman-teman pemuda membuktikan bahwa budaya leluhur tidak lekang oleh zaman dan sukses diwariskan ke generasi penerus. Ini sekaligus menjadi wujud nyata dari seruan ‘Ayo Ikut! Bersama Kita Jaga Dusun Kita’ yang selalu kami gaungkan.”

​Rangkaian acara yang berpusat di Masjid Baiturrahim ini akhirnya ditutup dengan doa dan rasa syukur yang mendalam. Melalui kolaborasi harmonis antara sesepuh masyarakat dan lebih dari seratus pemuda, tradisi Bersih Dusun Ngawinan diharapkan dapat terus menjadi tonggak pelestarian budaya yang rutin digelar. Dengan semangat “Safeti – Selameti – Barokah”, masyarakat berharap Dusun Ngawinan akan terus menjadi kawasan yang aman, sejahtera, dan senantiasa mendapatkan limpahan rahmat-Nya. (Ef)