spot_img
Trending
Jumat, Agustus 14, 2026
Beranda BERITA UTAMA Studi Lingkungan Sespimmen Polri Dikreg ke-67 di Polres Madiun, Bahas Penguatan UMKM...

Studi Lingkungan Sespimmen Polri Dikreg ke-67 di Polres Madiun, Bahas Penguatan UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

7

MADUTV, MADIUN – Polres Madiun menjadi lokasi pelaksanaan Studi Lingkungan Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES) dalam rangka Management Training Course (MTC) Level III Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Madiun tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan diikuti para peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 dan dihadiri Pengawas Poklat III Lemdiklat Sespim Brigjen Pol Muhammad Firman, S.I.K., M.Si., Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si., jajaran Pemkab Madiun, PJU Polres Madiun, serta sejumlah pejabat terkait.

Studi lingkungan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta didik Sespimmen Polri untuk meningkatkan kemampuan dalam menganalisis kesehatan organisasi sekaligus memetakan kondisi lingkungan strategis yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Muhammad Firman mengatakan, kegiatan OHA dan ES memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami secara langsung berbagai persoalan dan dinamika yang terjadi di lapangan.

Peserta didik, kata dia, tidak hanya dituntut mampu mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan secara konseptual, tetapi juga harus mampu merumuskan solusi yang aplikatif dan terukur serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Hasil studi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelaksanaan tugas pokok Polri, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan, energi, serta pengembangan ekonomi yang produktif dan inklusif,” ujar Brigjen Pol Muhammad Firman.

Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki menyambut baik pelaksanaan studi lingkungan di wilayah hukum Polres Madiun. Ia berharap para peserta didik dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sebagai sarana memperluas wawasan dan menambah pengalaman.

Kapolres juga mendorong peserta didik menggali berbagai informasi mengenai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas, termasuk pengalaman jajaran Polres Madiun dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung perkembangan ekonomi masyarakat.

“Pengalaman dan informasi yang diperoleh selama studi agar dapat menjadi bahan pembelajaran dalam memahami dinamika kamtibmas dan perkembangan wilayah. Hal tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam menjalankan tugas kepemimpinan di masa mendatang, khususnya ketika dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres,” kata AKBP Ridwan Maliki.

Menurutnya, sinergisitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat harus terus diperkuat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kondisi tersebut dinilai penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto turut memaparkan sejumlah potensi dan kondisi pembangunan daerah.

Kabupaten Madiun saat ini memiliki Indeks Pembangunan Manusia atau IPM sebesar 75,47. Sementara angka kemiskinan tercatat 10,48 persen dan ditargetkan dapat ditekan hingga di bawah 10 persen pada 2026.

Selain itu, Kabupaten Madiun merupakan salah satu daerah penyangga beras di Jawa Timur dan masuk dalam 10 besar daerah dengan produksi beras terbesar.

Di sektor pertanian, Kabupaten Madiun memiliki sejumlah komoditas unggulan, di antaranya porang, Kopi Robusta Kare, cokelat, serta Durian Kawuk.

Porang telah didukung dua pabrik pengolahan. Sementara Kopi Robusta Kare memiliki sejarah perkebunan sejak sekitar tahun 1880. Produk olahan cokelat asal Kabupaten Madiun juga telah dipasarkan melalui sejumlah jaringan supermarket.

Adapun Durian Kawuk saat ini tengah menjalani proses verifikasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN sebagai salah satu varietas unggulan daerah.

Pengembangan berbagai komoditas tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Setelah pembukaan dan penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) antara peserta didik Sespimmen Polri dengan para undangan eksternal.

FGD menjadi ruang bertukar informasi dan pengalaman terkait kondisi wilayah, pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi ekonomi daerah, hingga peran kepolisian dalam mendukung pembangunan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat, foto bersama, serta pemberian bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan Studi Lingkungan OHA dan ES MTC Level III Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 di Polres Madiun berakhir sekitar pukul 13.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (Rie)