
MADUTV, KEDIRI – Paska pemberitaan yang “Viral” atas penampakan wujud Patung yang ada disalah satu sudut Taman Brantas Kota Kediri, sejumlah Nitizen memberikan sebutan bahwa Patung yang tampak itu seperti Singa Barong (Singo Barong).
Menurut Tanto salah satu Nitizen mengungkapkan, Patung itu lebih ke Peranakan singo barong ro celengan kui ( patung itu seperti peranakan singa barong dan babi hutan)
Menurut Literasi yang ada Singo Barong adalah sosok mitologi dalam kesenian Jaranan Jawa yang melambangkan kebuasan (angkara murka), sering digambarkan berkepala macan, sedangkan Barong Bangkal adalah wujud mitologi Bali berupa babi hutan tua yang sakti, keduanya mewakili kekuatan jahat yang akan dikalahkan dalam tarian ritual.
Jadi, “Singa Barong dan babi hutan” bisa merujuk pada dua entitas mitologi yang berbeda namun serupa dalam konteks kekuatan negatif dalam tradisi Jawa (Singa Barong) dan Bali (Barong Bangkal/babi hutan).
Singa Barong (Jawa):
Wujud: Berkepala macan atau singa dengan kostum khas.
Simbolisme: Melambangkan kekuatan angkara murka (kejahatan/nafsu).
Pertunjukan:
Menjadi daya tarik dalam kesenian Jaranan, di mana ia dikalahkan oleh penari berkuda lumping (kesatria/kebaikan).
Barong Bangkal (Bali):
Wujud: Babi hutan (bangkal) tua yang memiliki kekuatan mistis.
Simbolisme: Juga mewakili kekuatan negatif atau jahat.
Pertunjukan: Diarak saat Hari Galungan dan Kuningan sebagai bagian dari ritual keagamaan.
Intinya: Keduanya adalah representasi makhluk mitologis penjaga keburukan yang sering menjadi lawan dari unsur kebaikan dalam pertunjukan kesenian tradisional di Jawa dan Bali. (Ef)







