
Kediri, MADU TV – Sebuah karya seni jarana atau kuda kepang buatan seorang pemuda asal Kediri, Wahyu Romadhoni, mendapat perhatian hingga ke luar Jawa, bahkan mencapai daerah Kalimantan hingga Medan. Wahyu, yang berasal dari Desa Kranggan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berhasil menciptakan kuda kepang dengan harga yang menarik, berkisar antara Rp 3.300.000 hingga Rp 3.900.000.
Jaranan merupakan seni tari tradisional yang dimainkan oleh para penari yang menaiki kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu. Seni tari ini cukup populer di wilayah Jawa Timur, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan masyarakat setempat.
Wahyu Romadhoni, seorang pengrajin kuda kepang berusia 26 tahun, telah mendalami usahanya sejak tahun 2014. Karyanya yang unik dan berkualitas telah mendapatkan apresiasi tidak hanya di Kediri tetapi juga di luar wilayah tersebut. Pesanan untuk kuda kepang buatannya bahkan datang dari Kalimantan, Samarinda, hingga Medan.
Dalam proses pembuatan kuda kepang, Doni, sapaan akrab Wahyu, dibantu oleh dua orang temannya. Mereka bekerja sama dalam berbagai tahap, mulai dari menyiapkan bahan, melakukan anyaman, hingga memberikan detail gambar dan warna agar kuda kepang tampak menarik.
Doni mengungkapkan bahwa setiap bulannya, dirinya menerima pesanan sekitar tiga set kuda kepang. Satu set kuda kepang terdiri dari enam buah, dan dijual dengan harga Rp 3.300.000 hingga Rp 3.900.000 per set. Keahlian Doni dalam membuat kuda kepang tidak hanya didapat dari bangku sekolah, melainkan hasil dari pengalaman dan dedikasinya dalam dunia seni jaranan.
Karyanya yang memikat dan daya kreatifitasnya telah menjadikan Doni sebagai salah satu pengrajin kuda kepang yang diapresiasi oleh masyarakat. Dengan adanya minat yang terus berkembang terhadap seni tradisional ini, Doni berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pelestarian budaya dan seni di Indonesia.
Wartawan : Efendi Muhtar | Editor : Riaza Romy




