
MADIUN, MADUTV – Menjelang Masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026, jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan perjalanan Inspeksi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Direksi dan Komisaris KAI, perwakilan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta unsur Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan keandalan sarana, prasarana, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam melayani lonjakan penumpang dalam masa Angkutan Lebaran 2026.
Perjalanan KA Inspeksi ini dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian, mulai dari jalur rel, jembatan, wesel, sistem persinyalan, hingga fasilitas pelayanan di stasiun. Selain itu, jajaran Direksi juga melakukan dialog dengan petugas operasional di lapangan guna memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026.
Masa Angkutan Lebaran merupakan salah satu periode tersibuk dalam operasional kereta api setiap tahunnya. Volume penumpang biasanya meningkat signifikan dibandingkan hari normal, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun menengah. Oleh karena itu, diperlukan persiapan matang dari seluruh lini, termasuk aspek keselamatan, keamanan, keandalan sarana, hingga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Fokus Utama: Keselamatan dan Mitigasi Cuaca Ekstrem
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa inspeksi menggunakan Kereta Inspeksi (KAIS) ini memberikan perhatian khusus pada titik-titik rawan dan potensi gangguan akibat faktor alam.
“Mengingat periode Lebaran tahun ini bertepatan dengan dinamika cuaca, pengawasan di titik rawan kami tingkatkan. Kami memastikan seluruh jalur di wilayah Daop 7 berada dalam kondisi prima untuk menjamin keamanan 0perjalanan kereta api,” ujar Tohari.
Kesiagaan Alat Material Untuk Siaga (AMUS)
Sebagai bentuk mitigasi risiko, KAI Daop 7 Madiun telah menyiagakan perlengkapan darurat di titik-titik strategis:
• Penempatan AMUS: Alat Material Untuk Siaga (AMUS) telah disiapkan di 15 stasiun mulai dari Stasiun Walikukun hingga Stasiun Blitar.
• Sarana Tambahan: Penyediaan lokomotif posko dan armada cadangan untuk penanganan kondisi darurat secara cepat dan tepat.
• Personel Tambahan: Penjagaan ekstra pada jalur-jalur yang membutuhkan pengawasan khusus selama 24 jam.
Tohari menambahkan, KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memesan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI agar kepadatan penumpang saat arus mudik maupun arus balik dapat merata.
Selain itu,Direksi KAI memberikan sejumlah arahan kepada jajaran manajemen dan petugas Daop 7 Madiun agar memastikan seluruh standar operasional prosedur dijalankan secara disiplin. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, terutama pada momen penting seperti Lebaran.
Daop 7 Madiun sendiri memiliki peran strategis karena dilalui sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa. Dengan tingginya mobilitas masyarakat pada masa Lebaran, keandalan infrastruktur dan koordinasi antarpetugas menjadi kunci utama kelancaran operasional.
Melalui Inspeksi ini, manajemen KAI ingin memastikan bahwa seluruh elemen pendukung Angkutan Lebaran 2026 dalam kondisi prima. Evaluasi dini dan pengecekan langsung di lapangan diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan serta meningkatkan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi selama masa angkutan.
KAI menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama. Dengan persiapan menyeluruh dan pengawasan langsung dari jajaran Direksi, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 7 Madiun dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat. (Rie)







