
KEDIRI, MADUTV – Pembangunan Fasilitas Pagar untuk Makam Semanding Kelurahan Campurejo,Kecamatan Mojoroto Kota Kediri yang masuk Program MERATA Pemerintah Kota Kediri terancam molor.
Adanya potensi molornya pelaksanaan Program MERATA Pemerintah Kota Kediri itu disinyalir adanya tindakan yang diduga dilakukan sejumlah warga di Lingkungan RT 19 RW.04 Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri untuk kedua kalinya. Dimana jalan yang menjadi akses utama menuju lahan pemekaran makam kembali tertutup. Kali ini, sebuah terop didirikan di tengah jalan, sehingga truk pengangkut material proyek pagar makam tidak dapat melintas.
Padahal, pembangunan pagar Makam Semanding merupakan bagian dari Program MERATA Kota Kediri yang diusulkan oleh masyarakat Campurejo yang disepakati oleh semua RT , RW, dan LPMK dengan nilai pekerjaan sekitar Rp100 juta dan target penyelesaian selama 45 hari.
Dwikiswanto Selalu Babinkamtibmas Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri mengungkapkan, sejauh ini pihaknya terus menjalin komunikasi atas persoalan itu kepada semua pihak dan saat ini akan bermusyawarah kembali dengan tiga pilar untuk bisa diambil jalan tengahnya.
“Kami ini posisinya ditengah-tengah Pak Haji jadi semuanya dikomunikasikan dan Ketika terop dipasang itu dirinya langsung menghubungi Ketua RT 19 untuk mendapatkan klarifikasi namun belum ada jawaban,”jelasnya, Selasa (22/9/2026).
Sementara itu Ajis sapaan akrab Ketua RT.19 Kelurahan Campurejo ketika dihubungan jurnalis melalui ponsel dan WhatsAppnya belum memberikan jawaban alias respon pagi ini.
Saat dikonfirmasi Kalim selaku Ketua RW.04 Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri terkait apakah terop merupakan inventaris RT mengaku kelihatanya dan langkah kedepan apa yang diambil dengan berdirinya terop menuju makam Semanding sebelah Utara pihaknya masih belum bisa menjelaskan untuk hari ini dan besuk karena masih ada tugas yang harus diselesaikan.
“Kelihatannya Inventaris, dan untuk hari ini serta besuk belum bisa memberikan penjelasan atas berdirinya terop tersebut.Dan menduga berdirinya terop itu Malam hari serta tidak mengetahui siapa yang memasang,”tandasnya, Selasa (22/9/2026).
Sebelumnya, akses jalan menuju Makam Semanding sebelah Utara tersebut juga sempat dipalang menggunakan bambu.
Persoalan itu telah ditangani setelah Camat Mojoroto Abdul Rahman turun ke lokasi dan meminta agar akses tidak kembali ditutup.
Bahkan, Camat secara tegas meminta Tiga Pilar Kelurahan Binmas Babinsa dan LKK Kelurahan Campurejo untuk ikut menjaga kondusifitas wilayah karena akses tersebut berkaitan dengan kelancaran pelaksanaan program pemerintah.
Heru Selaku Ketua Pokmas Amanah menegaskan, Pokmas hanya bertugas sebagai pelaksana pekerjaan. Sementara persoalan akses dan dukungan terhadap kelancaran proyek semestinya menjadi perhatian pemerintah kelurahan.
” Semua itu untuk kebaikan bersama, Soal gangguan di luar pekerjaan, bukan tugas dan kewajiban saya untuk menyelesaikan,” tegasnya.
Penutupan akses jalan tersebut berkaitan dengan adanya upaya penolakan sebagian kecil dari sejumlah warga RT 019 terhadap desain pembangunan pagar dan pemekaran Makam Semanding.
Pertanyaannya, mengapa akses yang sebelumnya sudah pernah dibuka kembali ditutup untuk kedua kalinya? Dan mengapa timbul persoalan baru lagi kembali terjadi, akses tersebut belum juga terbuka?
Sehingga, truk pengangkut material tidak dapat masuk ke lokasi, sementara waktu pengerjaan proyek terus berjalan.
Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah kelurahan dan pihak terkait agar persoalan akses tidak kembali menghambat program pembangunan yang telah dianggarkan oleh pemerintah. (Ef)




