spot_img
Trending
Senin, September 21, 2026
Beranda PENDIDIKAN Belajar Al-Qur’an Tanpa Batas Usia, Rumah Tahfidz di Banyuwangi Buka Kelas Gratis...

Belajar Al-Qur’an Tanpa Batas Usia, Rumah Tahfidz di Banyuwangi Buka Kelas Gratis untuk Lansia

11

BANYUWANGI, MADUTV — Aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur’an biasanya didominasi oleh anak-anak maupun remaja. Namun, suasana berbeda terlihat di Dusun Krajan 1, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

​Di tempat ini, sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an bernama Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali membuka pintu lebar-lebar bagi para perempuan dan warga lanjut usia (lansia). Mereka memfasilitasi warga yang ingin memperdalam bacaan serta hafalan Al-Qur’an secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

​Lembaga yang didirikan oleh Keluarga Bani Imam Ghozali sejak 11 September 2022 ini menanggung seluruh kebutuhan santri, mulai dari honor pengajar, operasional harian, hingga konsumsi.

​Pengelola sekaligus pengajar di Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali, Nuryatul Mardliyah, menjelaskan bahwa awal mulanya para santri lansia hanya belajar membaca Al-Qur’an. Seiring berjalannya waktu, minat mereka untuk menjadi penghafal Al-Qur’an semakin tumbuh. Kini, banyak santri lansia yang berhasil menghafal hingga beberapa juz.

​Untuk memudahkan proses pembelajaran, santri lansia dibagi ke dalam tiga tingkatan:

​Kelompok A: Santri yang sudah lancar membaca Al-Qur’an.
​Kelompok B: Santri yang mulai bisa membaca Al-Qur’an.
​Kelompok C: Santri yang belum bisa membaca Al-Qur’an sama sekali.
​Tak hanya pembekalan keagamaan, Rumah Tahfidz ini juga memperhatikan kesehatan para santrinya. Pengelola rutin menggelar pemeriksaan kesehatan bulanan, medical check-up tiga bulanan, hingga kegiatan senam bersamanya melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan lewat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

​Selain itu, kepedulian sosial antar sesama warga juga dipupuk. Para santri lansia kompak menggelar takziah dan khotmil Al-Qur’an di rumah duka setiap kali ada warga sekitar yang meninggal dunia.

​salah satu santri lansia pertama berusia 78 tahun, Nafiah Huda, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan lembaga ini. Meski berawal dari belum fasih membaca, kini ia sudah lancar melantunkan ayat-ayat suci dan terus bersemangat menuntut ilmu. (Gus)