spot_img
Trending
Sabtu, Oktober 10, 2026
Beranda Madiun Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman, 31 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Siap untuk...

Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman, 31 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Siap untuk Madiun Raya

21
Foto : Regional 3 PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan Media Gathering yang diikuti insan pers.melakukan peninjauan gudang pupuk, Jumat (09/10/2026).

MADIUN, MADUTV NUSANTARA – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di wilayah Madiun Raya menjelang musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027. Hingga 7 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di wilayah tersebut tercatat mencapai 31.267 ton, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan petani sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepastian ketersediaan pupuk tersebut disampaikan Regional CEO 3 Pupuk Indonesia, Eko Suroso, dalam kegiatan Media Gathering Regional 3 yang digelar di Madiun, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana komunikasi antara Pupuk Indonesia dengan media sekaligus menyampaikan perkembangan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk mendorong optimalisasi penggunaan pupuk organik Petroganik.

Eko menjelaskan, stok pupuk bersubsidi yang tersedia dapat ditebus oleh petani terdaftar sesuai dengan alokasi masing-masing. Dengan ketersediaan tersebut, petani diharapkan dapat menjalankan kegiatan budidaya secara optimal selama musim tanam berlangsung.

Ia juga mengingatkan petani agar menggunakan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, tidak semata-mata berdasarkan kebiasaan atau pengalaman sebelumnya. Penerapan pemupukan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah.

“Kami berharap petani memanfaatkan stok pupuk bersubsidi ini dengan baik. Tidak serta-merta mengaplikasikan pupuk hanya berdasarkan pengalaman, tetapi sesuai kebutuhan tanaman. Dengan demikian, alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah dapat terserap sesuai kebutuhan. Panennya optimal, kesuburan tanahnya juga terjaga,” tandas Eko.

Stok Pupuk Bersubsidi Madiun Raya Capai 31.267 Ton

Eko memaparkan, stok pupuk bersubsidi di wilayah Madiun Raya mencakup Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi.

Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, stok tersebut terdiri atas pupuk Urea sebanyak 16.433 ton, NPK Phonska 10.886 ton, NPK Kakao 19 ton, pupuk organik Petroganik 3.764 ton, serta ZA sebanyak 166 ton.

Sementara itu, stok pupuk bersubsidi di seluruh wilayah Jawa Timur mencapai 251.954 ton. Rinciannya meliputi Urea sebanyak 145.489 ton, NPK Phonska 90.294 ton, NPK Kakao 348 ton, Petroganik 11.913 ton, ZA 2.724 ton, dan SP-36 sebanyak 1.187 ton.

Dari sisi penyaluran, realisasi pupuk bersubsidi di Madiun Raya hingga periode yang sama telah mencapai 77 persen atau sebanyak 237.385 ton dari total alokasi 306.864 ton sepanjang 2026.

Adapun realisasi penyaluran di Jawa Timur mencapai 78 persen, yakni sebanyak 1.699.530 ton dari total alokasi 2.182.522 ton pada 2026.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pupuk bersubsidi dapat dimanfaatkan petani sesuai ketentuan dan mendukung keberlangsungan produksi pertanian di daerah.

Pupuk Petroganik Didorong untuk Menjaga Kesuburan Tanah

Selain memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga mendorong optimalisasi penyerapan pupuk organik Petroganik di wilayah Madiun Raya.

Senior Manager Regional 3A Pupuk Indonesia, Wawan Arjuna, menjelaskan bahwa kegiatan Media Gathering Regional 3 turut menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik dalam menjaga kualitas tanah pertanian.

Menurutnya, sekitar 73 persen lahan pertanian di Indonesia membutuhkan bahan organik untuk membantu memenuhi unsur hara tanah. Penggunaan bahan organik dinilai penting untuk mendukung kesehatan tanaman dan menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang.

Wawan menyebutkan, Petroganik memiliki kandungan C-organik minimal 15 persen. Penggunaannya dapat membantu memperbaiki kondisi tanah sekaligus mendukung efisiensi pemupukan apabila diterapkan sesuai kebutuhan dan rekomendasi pemupukan.

“Kandungan C-organik pada Petroganik cukup tinggi, minimal 15 persen. Pengaplikasian Petroganik dapat memperbaiki media tanah sekaligus mendukung efisiensi penggunaan pupuk. Karena itu, kita dorong petani tidak hanya memberi makanan untuk tanamannya, tetapi juga memperbaiki tanahnya,” ujar Wawan.

Untuk tahun 2026, alokasi pupuk Petroganik di Jawa Timur tercatat sebanyak 146.459 ton. Hingga 7 Oktober 2026, penyalurannya telah mencapai sekitar 68 persen atau 99.771 ton.

Khusus wilayah Madiun Raya, pemerintah menetapkan alokasi Petroganik sebanyak 55.183 ton. Dari jumlah tersebut, realisasi penebusan telah mencapai 61 persen atau sekitar 33.732 ton.

Tak Wajib Tebus Paketan

Terakhir, Regional CEO 3 Pupuk Indonesia, Eko Suroso menegaskan petani terdaftar mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sesuai yang tercatat dalam e-RDKK(elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok)Tidak ada kewajiban bagi petani menebus pupuk dengan sistempaketan.

Ia menegaskan, petani dapat menebus pupuk bersubsidi sesuai dengan haknya. Tapi, tambahnya, pupuk organik sebagai pelengkap dan dibutuhkan petani dalam rangka menerapkan metode pemupukan berimbang

“Tidak ada konsep seperti itu (penebusan paketan, Red). Konsepnya bagaimana petani bisa beralih menggunakan pemupukan berimbang,” pungkasnya.

Wawan mengapresiasi tingginya perhatian petani di Madiun Raya terhadap penggunaan pupuk organik. Besarnya alokasi Petroganik di wilayah tersebut menunjukkan pentingnya pupuk organik dalam mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. (Rie)