
SURABAYA, MADUTV – 1.345 mahasiswa baru resmi memulai perjalanan akademiknya lewat PKKMB Dewangkara Maetala 2026, program orientasi yang dirancang membentuk fondasi diri sekaligus kesiapan karier di era kecerdasan buatan.
Aula Telkom University Kampus Surabaya masih ramai oleh sorak-sorai ketika 1.345 mahasiswa baru melanjutkan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Dewangkara Maetala pada 7–9 September 2026.
Angkatan tahun ini terpilih dari 6.247 pendaftar yang berasal dari 34 provinsi dan 2 negara, tersebar di 11 program studi. Agenda ini merupakan bagian dari gelombang orientasi di lingkungan Telkom University di Indonesia, yang pada tahun ini menyambut total sekitar 13.000 mahasiswa baru dengan tema besar “Ready for the Future” dan tagline “Growing Today, Thriving Tomorrow.”
Growing Today: Menata Fondasi Diri
Di Surabaya, tagline itu diterjemahkan menjadi dua fase pembelajaran.
Fase pertama, “Growing Today,” berfokus pada pembentukan fondasi diri mahasiswa baru. Mulai dari pengenalan jati diri dan ekosistem kampus, penanaman growth mindset, hingga penguatan karakter dan daya lenting menghadapi tekanan dunia perkuliahan.
Tahap ini dirancang menjadi bekal psikologis yang akan menopang mahasiswa selama menempuh studi di lingkungan yang serba baru.
Thriving Tomorrow: Menyiapkan Diri untuk Dunia Kerja
Fase kedua, “Thriving Tomorrow,” mengarahkan mahasiswa untuk mulai memikirkan dunia kerja sejak dini. Melalui pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab serta kolaborasi lintas disiplin untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Pendekatan ini sejalan dengan arah besar kampus: melahirkan lulusan yang tidak hanya melek teknologi, tapi juga mampu berdampingan secara etis dengan perkembangan AI.
Akreditasi dan Pertumbuhan Peminat
Direktur Telkom University Kampus Surabaya, Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pengembangan kampus dan mahasiswanya berjalan sangat terencana. Saat ini kampus mengelola 11 program studi, dan sekitar 64 persen atau 7 prodi di antaranya sudah berstatus akreditasi “Unggul”.
“Saat ini Telkom University Kampus Surabaya mengelola 11 program studi, dengan sekitar 64 persen atau tujuh prodi di antaranya telah menyandang akreditasi ‘Unggul’,” ujar Hariyawan, Senin (08/09/2026).
Data resmi juga mencatat pertumbuhan peminat yang signifikan. Dari 6.247 pendaftar, terpilih 1.345 mahasiswa yang diterima tahun ini.
Menutup materi pengenalan lingkungan kampus, pesan beliau kepada mahasiswa baru cukup singkat namun tegas:
“Jadilah generasi yang berjaya dan berdampak pada masa depan.”
Riset dan Tiga Pusat Unggulan
Untuk menopang kegiatan akademik dan riset, Telkom University Kampus Surabaya mengoperasikan 21 laboratorium serta tiga Center of Excellence (CoE):
1. CIRCLEST (Center of Excellence for Circular Economy and Sustainability)
Mengembangkan teknologi hijau, termasuk mesin pengumpul botol otomatis yang terpasang di lobi kampus.
2. INTEREST (Integrated and Embedded Systems)
Memanfaatkan area atap gedung untuk riset smart farming, Internet of Things, dan sistem tertanam.
3. MOSHEE (Motion Technology for Safety, Health, and Wellness)
Melahirkan Picobot, robot terapi fisik pergelangan kaki untuk pasien pascastroke. Robot ini telah melewati uji klinis dan diterapkan di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya.
Menuju “SAFE AI” 2028
Seluruh riset ini diarahkan untuk menopang ambisi besar Telkom University menjadi National Excellence Entrepreneurial University berbasis kerangka “SAFE AI” pada 2028. Kerangka ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
“SAFE AI” terdiri dari empat pilar berpasangan: Secure/Sustainable, Accurate/Accountable, Fair/Fast, serta Explainable/Ethical.
Tujuannya menuntun mahasiswa menjadi kolaborator, bukan sekadar pengguna, teknologi kecerdasan buatan.
Di luar laboratorium, kampus juga menyediakan lapangan olahraga serbaguna, perpustakaan terbuka, dan ruang terbuka hijau. Didukung oleh 131 dosen dan lebih dari 54 staf profesional.
Dengan bekal tersebut, PKKMB Dewangkara Maetala 2026 menempatkan dirinya sebagai episentrum keilmuan bagi 1.345 TelUtizen muda untuk menapaki masa depan. (Baihaqi)




