spot_img
Trending
Selasa, September 15, 2026
Beranda RAGAM BERITA Gempa Bumi M6,5 Dua Kereta Api Tujuan Madiun Terlambat Puluhan Menit, KAI...

Gempa Bumi M6,5 Dua Kereta Api Tujuan Madiun Terlambat Puluhan Menit, KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Permohonan Maaf

19

MADIUN, MADUTV – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan kedatangan dua perjalanan kereta api yang menuju wilayah Daop 7 Madiun. Keterlambatan terjadi setelah KAI melakukan pemberhentian luar biasa (BLB) sebagai langkah antisipasi menyusul gempa bumi yang terasa di wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta.

Gempa bumi terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 04.26 WIB dengan kekuatan Magnitudo 6,5 berdasarkan informasi BMKG. Getaran gempa dirasakan hingga wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama KAI. Karena itu, KAI mengambil langkah kehati-hatian dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api yang melintas di wilayah terdampak untuk memastikan kondisi prasarana perkeretaapian tetap aman.

“Sebagai langkah kehati-hatian, KAI melakukan pemberhentian luar biasa terhadap seluruh kereta api yang melintas di wilayah terdampak, termasuk dua kereta api yang menuju Daop 7 Madiun. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana jalur, khususnya jembatan dan bangunan hikmat, dalam kondisi aman sebelum perjalanan dilanjutkan,” ujar Tohari.

Pemeriksaan kondisi prasarana dilakukan KAI melalui koordinasi dengan Dinas Jalan dan Jembatan (JJ). Petugas melakukan pengecekan untuk memastikan jalur dan berbagai bangunan pendukung perjalanan kereta api tidak mengalami gangguan akibat gempa.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, pada pukul 05.04 WIB lintas wilayah Daop 6 Yogyakarta dinyatakan aman. Perjalanan kereta api kemudian dapat kembali dilanjutkan. Meski demikian, pemberhentian sementara tersebut berdampak pada keterlambatan dua perjalanan kereta api yang menuju wilayah Daop 7 Madiun.

Dua perjalanan kereta api yang terdampak yakni PLB 144B Madiun Jaya dengan keterlambatan selama 46 menit, serta KA 150 Singasari yang mengalami keterlambatan selama 29 menit.

Tohari menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat keterlambatan tersebut.

“KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Setiap keputusan operasional yang kami ambil semata-mata untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan,” tuturnya.

KAI Daop 7 Madiun memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas dalam setiap perjalanan. Langkah pemeriksaan dan pemberhentian luar biasa dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman setelah adanya kejadian gempa bumi.

KAI juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan seluruh pelanggan dan petugas. (Rie)