spot_img
Jumat, Maret 13, 2026
Beranda BERITA UTAMA Berawal dari Dapur Rumah, Getuk Krispi Karya IRT Jadi Primadona Pasar Digital

Berawal dari Dapur Rumah, Getuk Krispi Karya IRT Jadi Primadona Pasar Digital

9

MADUTV, MADIUN – Berawal dari coba-coba di dapur rumah, seorang ibu rumah tangga di Kota Madiun sukses mengembangkan usaha kuliner berbahan dasar singkong. Melalui inovasi sederhana, getuk tradisional disulap menjadi getuk krispi yang kini diminati masyarakat dan dipasarkan secara luas melalui media sosial.

Produk getuk krispi ini diproduksi oleh Wuri Reswanti (34), warga Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Usaha rumahan tersebut telah ditekuninya selama satu tahun terakhir dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.

Wuri mengolah singkong dengan proses yang cukup sederhana namun membutuhkan ketelatenan. Singkong dikupas dan dibersihkan, lalu dikukus hingga matang sebelum ditumbuk dan dicampur dengan kelapa parut, gula, garam, serta mentega. Adonan kemudian digiling hingga lembut, dibentuk bulat dengan aneka isian rasa, dilapisi tepung terigu dan tepung panir, sebelum akhirnya digoreng hingga renyah.

“Awalnya hanya membuat camilan untuk keluarga. Ternyata banyak yang suka dan menyarankan untuk dijual. Dari situ saya mulai mencoba memasarkan lewat media sosial,” ujar Wuri.

Dalam satu hari, Wuri mampu mengolah sekitar empat kilogram singkong yang menghasilkan kurang lebih seratus buah getuk krispi. Beragam varian rasa ditawarkan, mulai dari original, cokelat, keju, stroberi, hingga pandan. Harga yang dibanderol pun terjangkau, yakni mulai Rp1.500 untuk rasa original dan Rp2.000 per biji untuk varian rasa.

Pemasaran getuk krispi dilakukan secara daring melalui media sosial dan platform digital, sehingga peminatnya tidak hanya berasal dari Kota Madiun, tetapi juga wilayah Madiun Raya. Untuk memperluas jangkauan pasar, produk ini juga tersedia dalam bentuk frozen food dengan kemasan vakum.

Salah satu pembeli, Sri Rohani, mengaku menyukai cita rasa getuk krispi karena berbeda dari getuk pada umumnya.

“Rasanya enak, renyah, dan variannya banyak. Cocok untuk camilan keluarga,” katanya.

Inovasi kuliner lokal ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha rumahan lainnya untuk terus berkreasi dan memanfaatkan pemasaran digital sebagai sarana memperluas pasar, sekaligus melestarikan pangan tradisional dengan sentuhan modern. (Rie)