
MADUTV, PROBOLINGGO — Prosesi sakral Yadnya Kasada Suku Tengger Semeru 2026 di Pura Luhur Poten, lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, melahirkan tiga dukun pandita baru. Pengukuhan dilakukan dalam rangkaian upacara adat yang digelar pada Senin, 1 Juni 2026.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, mengatakan tiga dukun pandita yang dikukuhkan berasal dari Desa Ngadisari dan Desa Pandansari di Kabupaten Probolinggo, serta Desa Cendang di Kabupaten Pasuruan.
“Ada tiga dukun pandita yang kami kukuhkan, yaitu dari Desa Ngadisari, Desa Pandansari, dan Desa Cendang,” kata Bambang, Senin, (01/6/2026).
Menurut Bambang, keberadaan dukun pandita memiliki peran penting dalam menjaga tradisi, nilai spiritual, dan kehidupan sosial masyarakat Tengger. Ia berharap pengukuhan tersebut dapat memperkuat kerukunan warga Tengger Semeru.
“Harapannya, masyarakat semakin harmonis dan sejahtera. Hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam harus tetap terjalin dengan baik,” ujarnya.
Prosesi Yadnya Kasada berlangsung khidmat. Upacara diawali dengan pembacaan doa sesuai tradisi dan keyakinan masyarakat Tengger. Rangkaian ritual kemudian ditutup dengan arak-arakan hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan menuju kawah Gunung Bromo sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Sang Pencipta.
Yadnya Kasada merupakan tradisi tahunan masyarakat Tengger yang digelar di kawasan Gunung Bromo. Ritual ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan, kemakmuran, dan keseimbangan kehidupan bagi masyarakat Tengger. (Gus)




