
MADUTV, KEDIRI – Kegiatan Senam Sehat Bersama Mbak Walikota Kediri Vinanda Prameswati akhirnya terwujud di Taman Ramah dan IPLT Milik Pemerintah Kota Kediri di Wilayah Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto,Kota Kediri, Jumat (30/1/2026) Pagi.
Taman Ramah dan IPLT Kota Kediri ini merupakan Ruang Terbuka Hijau barunyang dimiliki Pemerintah Kota Kediri yang dapat dimanfaatkan secara luas untuk masyarakat seperti Olahraga,Edukasi maupun Kegiatan UMKM diwilayah setempat.
Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Maret 2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota sehat berbasis sanitasi aman.
Kegiatan yang spontan ini menjadi semangat seluruh OPD yang membidangi seperti Dinas PUPR Kota Kediri, Dinas Kominfo Kota Kediri ,Kecamatan Mojoroto dan Kelurahan Campurejo.
Senam bersama warga dan diikuti jajaran kelurahan, kecamatan, serta perangkat daerah. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati juga meninjau langsung kesiapan fasilitas IPLT yang akan menjadi tulang punggung pengelolaan limbah tinja rumah tangga di Kota Kediri.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari menjelaskan, IPLT Campurejo dibangun pada 2024 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat, sementara infrastruktur pendukung berupa akses jalan diselesaikan pada 2025. Saat ini, Pemkot fokus mematangkan kesiapan sumber daya manusia, armada penyedotan, serta sistem operasional agar layanan berjalan optimal.
“IPLT ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi indikator kota sehat. Pengelolaan air limbah, khususnya blackwater dari hulu hingga hilir, harus aman dan memenuhi standar nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut Endang menegaskan, akan menerapkan sistem penyedotan lumpur tinja terjadwal setiap tiga hingga lima tahun. Kebijakan ini diambil karena masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan septic tank.
Pada tahap awal, tarif layanan penyedotan ditetapkan sebesar Rp175 ribu per armada milik Pemkot, dengan rencana penguatan melalui kerja sama pihak swasta.
Selain berfungsi teknis, kawasan IPLT Campurejo juga dikembangkan sebagai ruang publik dan sarana edukasi. Taman yang diberi nama Taman Ramah ini dibuka untuk masyarakat dari pagi hingga malam hari, sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi warga dan UMKM di sekitar lokasi.
Sementara itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan, keberadaan IPLT harus dipahami sebagai fasilitas publik yang bermanfaat, bukan sesuatu yang dihindari. Ke depan, kawasan ini juga akan dimanfaatkan sebagai sarana media edukasi lingkungan bagi pelajar.
“Anak-anak sekolah bisa belajar langsung tentang pengolahan limbah. Ini edukasi lingkungan yang nyata dan aplikatif,” ujarnya.
Wali Kota termuda Se-Indonesia ini juga menekankan, pihaknya juga mengajak warga Kelurahan Campurejo, Pojok, dan sekitarnya untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kawasan.
“Taman IPLT Campurejo kami harapkan menjadi ikon sanitasi modern sekaligus ruang rekreasi baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ef)




