spot_img
Trending
Selasa, Juli 21, 2026
Beranda EKONOMI Di Seruni Point Bromo, Dewan Kebudayaan Probolinggo Resmi Mengemban Amanah

Di Seruni Point Bromo, Dewan Kebudayaan Probolinggo Resmi Mengemban Amanah

4

MADUTV, PROBOLINGGO – Lanskap pegunungan Bromo yang diselimuti cahaya senja menjadi latar pelantikan pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo periode 2025–2030, Sabtu, 18 Juli 2026. Di Seruni Point Bupati Probolinggo, Gus dr. M. Haris, secara resmi melantik jajaran pengurus yang akan mengemban amanah merawat sekaligus mengembangkan kebudayaan daerah selama lima tahun ke depan.

Momentum itu menghadirkan perpaduan antara kemegahan alam Bromo dan semangat menjaga warisan budaya. Kepengurusan baru dipimpin Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, yang dipercaya menjadi Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Satu per satu pengurus mengucapkan ikrar untuk menjalankan amanah menjaga, mengembangkan, dan mengaktualisasikan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo di tengah dinamika perkembangan zaman.

Pelantikan di kawasan Bromo dinilai memiliki makna simbolis. Bentang alam yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tengger itu merepresentasikan hubungan erat antara alam, tradisi, dan identitas budaya yang telah tumbuh selama berabad-abad.

Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo menegaskan Dewan Kebudayaan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan kebudayaan.

Menurut Haris, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Pelantikan di Seruni Point juga menjadi pesan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari potensi pariwisata,” kata Haris.

Ia menambahkan, Bromo selama ini tidak hanya dikenal karena panorama alamnya, tetapi juga menyimpan nilai-nilai tradisi, seni, adat istiadat, dan kearifan lokal yang hidup bersama masyarakat sejak lama.

Suasana pelantikan semakin terasa ketika matahari perlahan tenggelam di balik gugusan pegunungan. Udara yang semakin dingin menjadi penutup prosesi yang disaksikan sejumlah tamu undangan dan pengunjung kawasan wisata Bromo.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Mahdi, mengatakan kepengurusan 2025–2030 akan difokuskan pada penguatan ekosistem kebudayaan di daerah. Program tersebut meliputi pemberian ruang yang lebih luas bagi pelaku seni, pelestarian tradisi lokal, hingga memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat nasional maupun internasional.

“Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. Kami akan terus bersemangat merawat identitas dan kearifan budaya lokal dari tempat yang telah menjadi ikon wisata dunia,” ujar Mahdi.

Pelantikan di Bromo sekaligus menegaskan pesan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata merupakan dua agenda yang saling menguatkan. Di tengah pesona alam yang telah mendunia, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap kekayaan budaya daerah tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi masa kini maupun masa mendatang. (Gus)