spot_img
Trending
Selasa, Juli 28, 2026
Beranda EKONOMI Suhu Dingin Tak Surutkan Antusias, Jazz Hip Hop Indra Lesmana Bakar Malam...

Suhu Dingin Tak Surutkan Antusias, Jazz Hip Hop Indra Lesmana Bakar Malam Penutupan Jazz Gunung Bromo 2026

4

MADUTV, PROBOLINGGO – Meski suhu udara turun hingga 12 derajat Celcius, ribuan penonton tetap memadati Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, untuk menyaksikan malam penutupan Jazz Gunung Bromo 2026.

Hawa dingin di lereng Gunung Bromo justru berubah menjadi semangat hangat ketika kolaborasi jazz dan hip hop dari Indra Lesmana, Eva Celia, serta Teza Sumendra mengguncang panggung utama.

Udara dingin di kawasan Bromo pada Sabtu malam, (25/7/2026) tak mampu menghalangi antusiasme para pecinta musik jazz. Berlokasi di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, ribuan penonton menikmati malam penutupan Jazz Gunung Bromo 2026 yang berlangsung di ketinggian sekitar dua ribu meter di atas permukaan laut.

Sejak awal pertunjukan, suasana hangat mulai terasa lewat penampilan Simone Prattico Java Collective bersama Sri Hanuraga dan Kevin Yosua yang membawakan komposisi jazz kontemporer.

Atmosfer festival semakin semarak ketika grup asal Prancis, Watchdog, tampil memukau dengan permainan keyboard dan saxophone yang penuh improvisasi. Aksi keduanya mendapat sambutan meriah dari para penonton. Puncak kemeriahan hadir saat Indra Lesmana, Eva Celia, dan Teza Sumendra naik ke atas panggung.

Kolaborasi jazz dengan sentuhan hip hop menghadirkan energi baru. Penonton tak hanya menikmati alunan musik, tetapi juga ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti irama.

Sementara itu salah satu penonton bernama Khalik, Mengatakan meski di Bromo suhu dingin namun lantunan lagu Ekspresi menjadi salah satu penampilan yang paling dinanti. Ribuan penonton kompak menyanyikan lirik lagu tersebut sambil bertepuk tangan, menciptakan suasana hangat yang seolah mengalahkan dinginnya malam Bromo.

“Dingin-dingin suhunya malam ini, namun excited banget. Meski setiap tahun selalu melihat, namun tahun depan pingin melihat lagi.

Selain menjadi panggung bagi musisi jazz nasional maupun internasional, festival tahunan ini juga terus memperkuat posisi Bromo sebagai salah satu destinasi wisata berbasis seni dan budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Perpaduan panorama pegunungan, udara sejuk, dan sajian musik berkualitas kembali menjadi daya tarik utama Jazz Gunung Bromo. Festival ini tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mempertegas Bromo sebagai destinasi wisata yang memadukan keindahan alam dengan kekayaan seni pertunjukan. (Gus)