spot_img
Trending
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda RAGAM BERITA Seorang Petani Tewas Terbakar Saat Membakar Sisa Panen

Seorang Petani Tewas Terbakar Saat Membakar Sisa Panen

4

MADUTV, KEDIRI – Sebuah insiden tragis menimpa seorang petani tebu di Kabupaten Kediri pada Senin (6/7/2026). SKR (identitas samaran), warga Dusun Minden, Desa Pamongan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di lahannya sendiri. Diduga, korban tewas akibat terjebak api saat membakar sisa daun tebu kering atau yang biasa dikenal sebagai daduk.

Insiden ini terjadi di RT 001/RW 008, Dusun Jatimalang, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo. Api yang awalnya dikendalikan dengan cepat meluas karena faktor cuaca panas dan angin kencang, merenggut nyawa satu orang dan menyebabkan kerugian material mencapai Rp130 juta.

Berdasarkan laporan resmi dari Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Sakrum terlihat mulai membakar tumpukan daun tebu kering di lahannya.

Melihat kondisi cuaca yang sedang terik dan berangin kencang, seorang warga bernama Pak Kholil sempat mencoba mencegah aksi tersebut. Kholil mengingatkan Sakrum agar berhenti membakar daduk demi keamanan bersama. Namun sayangnya, peringatan tetangganya itu dihiraukan oleh korban.

“Pak Kholil sudah mengingatkan agar berhenti beraktivitas karena cuaca panas dan berangin. Namun himbauan tersebut tidak didengarkan,” ujar sumber dari tim pemadam kebakaran.

Setelah memberikan peringatan, Kholil memilih pulang ke rumahnya. Namun, kecurigaan muncul kembali sekitar pukul 13.00 WIB ketika Kholil kembali melewati area tersebut. Ia melihat motor milik Sakrum masih terparkir di lokasi, namun lahan tebu sudah terbakar hebat dan pemiliknya tidak terlihat.

Kekhawatiran kian menjadi ketika Kholil mencoba memanggil nama Sakrum namun tidak ada jawaban. Merasa ada yang tidak beres, ia segera menghubungi perangkat desa setempat untuk melakukan pencarian.

Hasil pencarian pun membawa kabar duka. Tubuh Sakrum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kondisi jenazah ditemukan dalam posisi seperti orang sedang sujud, dugaan kuat korban berusaha menyelamatkan diri dari kepungan asap dan api namun gagal.

Perangkat desa kemudian segera berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Kedawung, serta melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Damkar Pos Ngadiluwih.

Menerima laporan dari Kepala Desa Kedawung, Dedi Purwanto, pada pukul 13.45 WIB, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih segera berangkat menuju lokasi. Tiba di tempat kejadian pada pukul 14.00 WIB, empat personil damkar dengan satu unit armada langsung melakukan pemadaman sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.35 WIB. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Lahan tebu seluas 65 ru (sekitar 9-10 hektar tergantung konversi lokal) hangus terbakar, dengan estimasi kerugian mencapai Rp130.000.000.

Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses hukum atau investigasi mendalam terkait kelalaian yang menyebabkan kematian tersebut. Pihak kepolisian setempat diduga masih melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci, termasuk Pak Kholil dan perangkat desa.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya petani di musim kemarau, tentang bahaya pembakaran lahan sembarangan. Faktor angin dan kekeringan dapat mengubah api kecil menjadi bencana besar dalam hitungan menit.

Para ahli keselamatan kerap menyarankan penggunaan metode alternatif untuk membersihkan lahan, seperti pencacahan sisa tanaman untuk kompos, daripada membakarnya, guna mencegah risiko serupa terulang di masa depan. (Ef)