
MADUTV, PROBOLINGGO – Kepolisian Resor Probolinggo menyiagakan puluhan personel di sejumlah titik kawasan Gunung Bromo untuk mengamankan rangkaian Upacara Ritual Yadnya Kasada 2026 yang digelar masyarakat Tengger.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan sebanyak 92 personel diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan dilakukan sejak Minggu, 31 Mei 2026, hingga Senin dini hari, 1 Juni 2026.
Pengamanan kami lakukan secara terbuka dan tertutup dengan menempatkan personel di titik-titik strategis untuk menjamin kegiatan masyarakat Tengger berjalan lancar dan kondusif,” kata Latif, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurut dia, personel disebar di jalur akses menuju kawasan Bromo, lokasi pengukuhan, lautan pasir, Pura Luhur Poten, hingga Kawah Bromo yang menjadi lokasi prosesi labuh sesaji. Polisi juga menyiapkan pengawalan bagi tamu VVIP yang menghadiri agenda tahunan tersebut.
Selain menurunkan personel, Polres Probolinggo berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ritual adat yang menjadi salah satu tradisi penting masyarakat Tengger.
Latif mengimbau masyarakat dan umat yang mengikuti kegiatan agar menjaga ketertiban selama prosesi berlangsung. Ia meminta peserta tidak membawa sound system, petasan, maupun menggunakan kendaraan dengan knalpot tidak standar yang dapat mengganggu kekhusyukan upacara.
“Marilah kita hormati tradisi sakral masyarakat Tengger ini dengan menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan kawasan Gunung Bromo. Menurut dia, setiap pengunjung diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu jalannya prosesi adat maupun merusak kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Yadnya Kasada merupakan tradisi sakral masyarakat Tengger yang diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Semeninga atau Wiwit, kemudian dilanjutkan Mendak Tirta dan Atur Suguh di kawasan Tengger. Setelah itu, masyarakat melaksanakan Pawedalan di Pura Luhur Poten serta menghadiri Malam Resepsi Yadnya Kasada 2026 di Pendopo Agung Desa Ngadisari.
Puncak ritual berlangsung pada Senin dini hari, 1 Juni 2026, yang ditandai dengan pelaksanaan upacara di Pura Luhur Poten dan prosesi labuh sesaji ke Kawah Gunung Bromo.
Untuk menjaga kekhusyukan dan kelancaran kegiatan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara kawasan wisata Gunung Bromo bagi wisatawan umum mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026. (Gus)




