spot_img
Trending
Jumat, Juli 24, 2026
Beranda HUKUM & KRIMINAL Polres Blitar Kota Jadi Sasaran Aksi Penyerangan Massa, 143 Pelaku Diamankan

Polres Blitar Kota Jadi Sasaran Aksi Penyerangan Massa, 143 Pelaku Diamankan

54
Petugas kepolisian menghalau pendemo, didepan Mapolres Blitar Kota, Sabtu (30/8/2025).

BLITAR, MADUTV – Ratusan massa terlibat aksi penyerangan di Mapolres Blitar Kota pada Sabtu (30/8/2025) malam. Massa yang terlibat aksi penyerangan bertindak brutal dengan melempari petugas menggunakan kayu dan batu.

Massa yang awalnya berkumpul di TMP jalan Pahlawan, mulai bergerak menuju perempatan PGSD dan membuat kerusuhan disana. Polisi sempat memukul mundur dan membuat para pendemo lari ke arah utara disepanjang Jalan Ir. Sukarno kota Blitar. Bahkan, petugas kepolisian juga sempat beberapa kali menembakan gas air mata.

Tidak hanya itu, massa juga merusak sejumlah pos polisi di sekitar area Mapolres Blitar Kota. Beberapa fasilitas mengalami kerusakan cukup parah akibat ulah anarkis massa.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uli mengatakan, pihaknya bersama para ulama sangat mengutuk keras kejadian demo semalam. Kejadian tersebut sangatlah anarkis. Pihaknya secara tegas sudah melakukan pengamanan dengan menangkap sebanyak 143 pendemo yang rata rata usia remaja dan anak dibawah umur.

“Saya Kapolres Blitar Kota bersama para ulama, disini kita menyampaikan bahwa kejadian demo semalam adalah kejadian anarkis da tidak bisa ditolerir. Kami telah mengamankan sebanyak 143 pendemo yang rata rata masih remaja dan dibawah umur,” jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uli
, Minggu (31/8/2025).

Dikatakanya, aksi anarkis ini juga dipengaruhi minuman keras. Dari ratusan orang yang diamankan, mereka berbau alkohol. Dan mereka juga adalah para pelaku pembakaran sejumlah kantor yang ada di Kediri.

“Rata-rata mereka yang terlibat penyerangan dibawah pengaruh alkohol. Bahkan ada pendemo yang kondisinya hinga saat ini belum sadar dan masih mendapatkan perawatan. Mereka juga para pelaku pembakaran Polres Kediri Kota, Kantor pemkab, DPRD Kota dan Kabupaten Kediri dan juga Samsat Katang,” ujar AKBP Titus.

AKBP Titus juga menghimbau, kepada seluruh warga masyarakat kota Blitar, provokasi itu ada. Dan pihaknya juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Khusus untuk orang tua, pihaknya juga mengajak untuk lebih ketat melakukan pengawasan terhadap anaknya.

“Saya imbau, khususnya warga masyarakat kota Blitar untuk tidak mudah terprovokasi. Tolong untuk orang tua lebih ketat melakukan pengawasan terhadap anaknya,” pungkasnya.

Sementara itu, rekaman video kericuhan yang menampilkan massa melempari petugas dan merusak fasilitas kepolisian beredar luas di media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan anarkis itu karena dianggap merugikan masyarakat. (Suk)