Kompetisi Menyeduh Kopi? Bukan Emak-emak! Tapi Adu Skill Kalangan Muda Milenial di Madura

316

BANGKALAN, MADUTV – Adu kemampuan meracik dan menyeduh kopi! Eiiiits… Jangan salah! bukan emak-emak yang melakukannya. Tapi kalangan anak-anak muda milenial yang saling adu skill tersebut. Kompetisi meracik kopi ini nyatanya memang mendapat antusiasme yang luar biasa dari para pegiat kopi yang ada di Jawa Timur, khususnya dari 4 kabupaten se-Madura.

Peserta memang tidak hanya berasal dari Bangkalan saja yang menjadi lokasi digelarnya event ini. Tapi mereka juga datang dari Surabaya, Ketapang – Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. Pihak panitia pun tak menyangka antusiasme peserta tersebut.

“Kami selaku panitia penyelenggara tidak menyangka antusiasme para peserta terhadap acara ini. Terbukti banyaknya pendaftar yang terpaksa kami tolak karena kuota sudah terpenuhi beberapa hari setelah flyer kami unggah di media sosial”, terang Husnul, Ketua panitia event ini, Jumat (21/6/2024)

Juri yang didatangkan pun juga tidak tanggung-tanggung, salah satunya Titik Rachma yang berprofesi sebagai juri kopi nasional. Selanjutnya Amrin Rozali sebagai perwakilan pegiat kopi di Telang dan Hogi Sulhan owner Loka Group dari Pamekasan.

“Kami datangkan juri yang kredibel untuk menilai aksi peserta ini. Biar hasil kompetisi juga kredibel. Jadi bukan juri yang asal comot”, kata Husnul yang juga sudah lama menjadi salah satu Batista ini.

Sementara salah satu juri, Titik Rachma mengatakan kegiatan seperti ini harusnya sering diadakan di Madura dan mendapat support dari banyak pihak. Tujuannya untuk menguatkan sektor usaha perkopian dan menjaring barista-barista yang potensial untuk maju ke kompetisi yang lebih profesional di tingkat nasional.

“Setiap barista bertanding dengan barista lainnya menyeduh kopi nusantara secara manual menggunalan dripper (alat) khusus dari timemore”, ujar Titik Rachma yang sudah lama malang melintang di berbagai festival kopi nasional ini.

“Dan saya senang melihat profesi barista di Madura saat ini sudah tidak dipandang sebelah mata. Kita bisa melihat potensinya dan yang paling penting kita para pegiat kopi berkumpul guyub rukun”, kata ibu satu anak yang asli Bangkalan ini.

Dari kompetisi menyeduh kopi, tiga juri akhirnya menentukan pemenangnya. Yakni Lalu Masgun Hue Coffee, Surabaya yang menjadi juara pertama. Disusul juara kedua Rini Putri dari Blink Coffee Sumenep.

Sementara juara 3 M. Fahrur Rouzy yang juga dari Blink Coffee Sumenep. Dan posisi keempat direbut Irfan Maulana dari Rumah Seduh, Bangkalan. “Semoga kompetisi antar barista seperti ini bisa digelar secara rutin setiap tahun di Madura”, pungkas Titik Rachma.(Rhm)