
MAKKAH – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna, Kementerian Haji dan Umrah RI mengingatkan jemaah untuk mengecek dan mempersiapkan isi tas Armuzna. Imbauan ini disampaikan melalui akun resmi @kemenhaj.ri, Rabu (20/5/2026).
“Cuaca ekstrem di Arafah, Muzdalifah, dan Mina bisa meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan jika kondisi tubuh tidak dijaga,” tulis http://Kemenhaj.ri.
PPIH meminta jemaah memastikan tas sudah berisi perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan selama 3-4 hari di Armuzna. Tas Armuzna sendiri berwarna krem dengan logo bendera Indonesia dan tulisan “ARMUZNA” di bagian depan.
Daftar Barang Wajib dalam Tas Armuzna
Berdasarkan infografik Kemenhaj RI, isi tas dibagi dalam 6 kategori:
1. Air & Asupan Energi
Botol air minum, Oralit, biskuit/roti kecil, kurma, permen. Tujuannya mencegah dehidrasi dan menjaga energi di tengah panas Arafah-Mina.
2. Obat-obatan Pribadi
Obat rutin untuk hipertensi, diabetes, jantung, obat nyeri, inhaler, minyak angin, plester. Jemaah dengan penyakit bawaan wajib membawa obat sendiri.
3. Alat Pelindung Diri
Payung/topi, kacamata hitam, masker, botol semprotan air, sandal cadangan. Berguna saat berada di area terbuka dan padat jemaah.
4. Perlengkapan Ibadah
Sajadah kecil, Al-Qur’an/buku doa, tasbih, mukena ringkas khusus wanita.
5. Kebersihan
Sikat & pasta gigi, sabun, shampoo dalam kemasan kecil.
6. Pakaian
Handuk kecil, pakaian ganti, pakaian dalam.
Skema Pergerakan Armuzna 2026 Sudah Dirilis
Kemenhaj RI telah mengumumkan skema pergerakan jemaah Indonesia saat Armuzna untuk mengantisipasi kepadatan.
Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Assegaff menjelaskan, fase Armuzna adalah inti sekaligus tahap paling menantang. “Jutaan jamaah dari berbagai negara akan bergerak dalam waktu bersamaan dengan kapasitas area yang terbatas,” ujarnya dalam konferensi pers 19 Mei 2026.
Rincian pergerakan :
– 8 Dzulhijjah/25 Mei 2026 : Jamaah diberangkatkan dari hotel Makkah ke Arafah dalam 3 gelombang. Gelombang 1 pukul 06.00 WAS, gelombang 2 pukul 11.30 WAS, gelombang 3 pukul 17.30 WAS. Target semua sudah tiba sebelum pukul 24.00 WAS.
– 9 Dzulhijjah/26 Mei 2026 : Wukuf di Arafah.
– 10-13 Dzulhijjah/27-29 Mei 2026 : Mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, dan Hari Tasyrik.
Petugas mengimbau jemaah tidak menunggu terlalu awal di lobi hotel untuk menghindari penumpukan. Setelah tengah malam, petugas akan menyisir titik-titik di Makkah memastikan tidak ada jemaah tertinggal.
Hingga 29 Mei 2026, tercatat 186.041 jemaah haji reguler dari 481 kloter dan 13.180 jemaah haji khusus sudah tiba di Arab Saudi.
Kemenhaj RI meminta jemaah menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan saling peduli menjelang puncak haji. (Haq)




