spot_img
Trending
Selasa, Juni 2, 2026
Beranda EKONOMI HKTI Probolinggo Konsolidasikan Pengurus Kecamatan, Latih Pembuatan Insektisida hingga Sabun Rumah Tangga

HKTI Probolinggo Konsolidasikan Pengurus Kecamatan, Latih Pembuatan Insektisida hingga Sabun Rumah Tangga

24

MADUTV, PROBOLINGGO — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Probolinggo menggelar konsolidasi pengurus anak cabang (PAC) HKTI se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut dirangkai dengan sosialisasi dan praktik pembuatan insektisida, fungisida, herbisida, serta sabun cuci piring dan sabun cuci pakaian.

Kegiatan itu diikuti perwakilan pengurus HKTI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Selain memperkuat koordinasi organisasi, agenda tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas anggota dalam bidang produksi sarana pendukung pertanian dan kebutuhan rumah tangga.

Ketua HKTI Kabupaten Probolinggo, Agus Salehuddin, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberdayakan pengurus HKTI agar memiliki kemampuan memproduksi berbagai kebutuhan pertanian secara mandiri.

“Potensi produksi di sektor budidaya tanaman sangat besar, termasuk kebutuhan pupuk dan obat-obatan pertanian. Karena itu, HKTI Kabupaten Probolinggo mencoba membuat terobosan melalui praktik langsung agar teman-teman HKTI ke depan mampu membuat obat-obatan pertanian sendiri,” kata Agus.

Menurut dia, program tersebut akan terus dikembangkan. Setelah pelatihan pembuatan insektisida, fungisida, dan herbisida, HKTI juga berencana memproduksi pupuk organik serta kompos yang nantinya akan didistribusikan ke tingkat kecamatan.

Agus menambahkan, kemandirian dalam memproduksi sarana pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan biaya produksi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan sabun cuci pakaian. Produk tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan proses pengurusan perizinan.

“Untuk sementara pembuatan sabun masih bersifat racikan sendiri sambil menunggu proses perizinan. Paling tidak ini bisa membantu meminimalkan pengeluaran rumah tangga, terutama bagi ibu-ibu, karena sabun merupakan kebutuhan vital sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap berbagai pelatihan yang diberikan HKTI dapat melahirkan kemandirian anggota, baik dalam memenuhi kebutuhan pertanian maupun kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian, organisasi petani tidak hanya berperan dalam sektor budidaya, tetapi juga mampu mendorong penguatan ekonomi keluarga dan mendukung program ketahanan pangan.

“Harapan kami, ke depan HKTI benar-benar mampu memproduksi kebutuhan pertanian secara mandiri, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya dan masyarakat luas. (Gus)