spot_img
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda HUKUM & KRIMINAL Hendak Adukan Kasus Korupsi, Sahabat Boro-Jarakan Sayangkan Pelayanan Publik Kosong Dan Siap...

Hendak Adukan Kasus Korupsi, Sahabat Boro-Jarakan Sayangkan Pelayanan Publik Kosong Dan Siap Aksi di Kantor Kejari Kota Kediri

0

MADUTV, KEDIRI – Harapan Pengiat Masyarakat Sahabat Boro Jarakan untuk mendapatkan pelayanan atas inisiatif untuk mengadukan Kasus Dugaan Korupsi ke Kanto Kejaksaan Kota Kediri Jalan Jaksa Agung Suprapto pada Rabu (6//5/2026) malah mendapatkan rasa kecewa karena tidak mendapatkan pelayanan langsung Petinggi Kejari Kota Kediri.

Suasana berubah tegang usai puluhan pengiat masyarakat dari Saroja ini harus menunggu lama yang tidak segera ditemui hingga memilih balik kanan sembari mengeluarkan kekecewaannya secara terbuka.

Supriyo selaku Dewan Pengawas LSM Saroja mengaku kecewa mendalam terhadap pelayanan publik di lembaga korps adhyaksa tersebut yang dinilai vakum dan tidak profesional.

​Kekecewaan ini memuncak saat rombongan LSM Saroja hendak menyerahkan laporan dugaan tindak pidana korupsi, namun tidak mendapati satupun pejabat yang berwenang di ruang pelayanan. Kedatangannya bersama anggota lainnya sebenarnya membawa misi khusus. Selain melaporkan dugaan korupsi di salah satu instansi Pemerintah Kota Kediri, hari ini bertepatan dengan ulang tahun ke-8 Saroja sekaligus genap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Kediri saat ini.

​”Hari ini momentum ulang tahun Saroja ke-8. Kami ingin membuat gebrakan kembali seperti awal berdiri. Kami akan masif melakukan laporan dugaan korupsi di Kota Kediri. Kami tidak peduli, kami sudah janji, jika tidak ada perubahan baik, kami akan lapor rutin sebulan atau seminggu sekali,” tegas Supriyo di hadapan awak media.

​Supriyo dengan lantang mengungkap mandeknya penanganan kasus korupsi di Kota Kediri selama dua tahun terakhir. Ia bahkan melontarkan kritik pedas terkait adanya dugaan kedekatan yang tidak sehat antara Pemerintah Kota Kediri dengan pihak Kejaksaan.

​”Kami menduga ada perselingkuhan (hubungan gelap) antara Pemkot Kediri dengan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, sehingga hampir dua tahun ini nihil pembongkaran kasus korupsi. Ini sangat kami sayangkan,” ujarnya

​Sejauh ini menurutnya, Saroja memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Kejaksaan dalam membongkar berbagai kasus besar di masa lalu. Bahkan, Saroja pernah memberikan penghargaan kepada Kejari Kota Kediri sebagai lembaga terbaik selama dua tahun berturut-turut.

​Kekesalan yang mendalam dialami Supriyo memuncak saat ia harus menunggu lebih dari setengah jam tanpa kepastian. Ia menyayangkan gedung pelayanan publik semegah itu justru terlihat tak berpenghuni saat masyarakat ingin melakukan koordinasi hukum.

​”Masa ruang publik, pelayanan publik sebesar ini, tidak ada satupun orang (pejabat). Kami ingin bertemu bukan sekadar untuk ‘ngacara’, tapi sebagai fungsi kontrol sosial masyarakat. Kami ingin sejarah baik di Kejaksaan ini tetap terjaga,” tambahnya.

​Sebagai bentuk protes atas buruknya layanan hari ini, Saroja memastikan akan segera mengirimkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi ke Polres Kediri Kota.

​”Besok kami akan datang dengan massa. Kita akan demo Kejaksaan untuk mempertanyakan pelayanan mereka hari ini. Saroja sudah cukup diam selama dua tahun ini. Sekarang personil kami sudah lengkap, ada lawyer, media, dan tim lapangan. Kami akan kembali ke jalanan untuk membongkar korupsi yang mulai hidup kembali,” tutup Supriyo.

Sementara itu Saat Jurnalis berusaha untuk mengkorfirmasikannya ke Kasipidsus (Kepala Seksi Pidana Khusus) Kejari Kota Kediri Nur Ngali melalui Ponsel dan Pesan WhatsApp atas kekosongan pelayanan yang dikeluhkan Saroja tersebut belum ada respon jawaban. (Ef)