
Sidoarjo – Seorang pemilik salon kecantikan di Sidoarjo, Jawa Timur, ditemukan tewas, menggemparkan warga Krian. Kejadian ini menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat karena saat ditemukan tewas, korban masih terlibat dalam kegiatan salon kecantikannya.
Warga di Jalan Raya Ngingas Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, digegerkan dengan berita kematian seorang pemilik salon kecantikan. Sugyarto, warga Glandangsari Boyolali, Jawa Tengah, yang biasanya tidak membuka salon 24 jam, ditemukan tewas di ruang belakang salon pada Minggu pagi. Saat itu, salon kecantikan masih dalam kondisi terbuka. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut melakukan pemeriksaan dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Krian, Kompol Daky Dzul, menyatakan bahwa setelah mendapat laporan dari warga, petugas segera bergerak ke lokasi kejadian. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi ini membuat warga semakin terkejut dengan kejadian mendadak tersebut.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan olah TKP, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan.”
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, polisi perlu melakukan otopsi. Namun, pihak keluarga korban menolak otopsi, sehingga jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Boyolali, Jawa Tengah.
Kejadian tragis kematian pemilik salon kecantikan ini meninggalkan tanda tanya di tengah masyarakat. Penolakan keluarga untuk melakukan otopsi menambah kompleksitas dalam proses penyelidikan polisi. Sementara itu, masyarakat Krian Sidoarjo terus berspekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu salon kecantikan yang seharusnya menjadi tempat keindahan.







