spot_img
Trending
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda EKONOMI Berinvestasi Bukan Berjudi: OJK Ajak Mahasiswa UNIDA Gontor Jadi Investor Syariah yang...

Berinvestasi Bukan Berjudi: OJK Ajak Mahasiswa UNIDA Gontor Jadi Investor Syariah yang Cerdas

6

GONTOR – Investasi sering kali disalahpahami sebagai bentuk perjudian modern, terutama di kalangan anak muda yang tergiur keuntungan instan. Menepis anggapan keliru tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hadir di tengah-tengah santri dan mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor untuk menanamkan pemahaman investasi yang benar, legal, dan sesuai syariat Islam.
​Melalui Kuliah Umum Pasar Modal Syariah yang digelar pada Kamis (2/7/2026), OJK secara lantang mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan motor penggerak ekonomi lewat investasi yang bijak.

​Dominasi Anak Muda di Pasar Modal Indonesia
​Dalam pemaparannya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan sebuah tren yang sangat menggembirakan. Minat masyarakat Indonesia untuk terjun ke dunia investasi terus meroket.
​Fakta Menarik Pasar Modal (Data Mei 2026):
​Total Investor Nasional: Mencapai 28,1 juta investor.

​Dominasi Anak Muda: Lebih dari 54 persen investor berusia di bawah 30 tahun.

​Posisi Jawa Timur: Menyumbang 3,1 juta investor, menjadikannya provinsi dengan basis investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

​Melihat angka tersebut, Hasan menegaskan bahwa ledakan jumlah investor ini harus diimbangi dengan literasi yang matang, terutama mengenai instrumen berbasis syariah.

​Saham Syariah: Sah dan Bebas dari Praktik Judi

Menjawab keraguan yang sering muncul di lingkungan pesantren dan akademisi Islam, Hasan menegaskan status hukum investasi saham.

​”Saya ingin menegaskan satu hal yang sangat penting: investasi saham bukanlah praktik perjudian,” ujar Hasan di hadapan para mahasiswa.

​Ia menjelaskan bahwa saham adalah instrumen investasi yang sah. Di Indonesia, legitimasi pasar modal syariah sudah sangat kuat berkat berbagai fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Terlebih lagi, ekosistem digital saat ini telah diperkuat oleh Sharia Online Trading System (SOTS), sebuah sistem yang memastikan setiap transaksi saham berjalan sesuai dengan koridor prinsip syariah.

​Sebagai bentuk aksi nyata, kuliah umum ini juga diwarnai dengan pembukaan rekening efek secara massal oleh para mahasiswa UNIDA Gontor.

​Pesan OJK untuk Mahasiswa: Jangan Euforia, Ingat Prinsip 2L!
​Meskipun mengapresiasi semangat para mahasiswa yang langsung membuka rekening efek, Hasan memberikan catatan penting agar mereka tidak terjebak dalam arus tren semata (FOMO).

​”Yang tadi sudah membuka rekening, jangan euforia. Jangan karena sudah punya rekening, kemudian tanpa pemahaman langsung menginvestasikan modal ke instrumen tertentu.

Teruslah belajar dan pahami risiko di balik setiap keputusan,” pesan Hasan hangat.

​Ia pun membagikan rumus sederhana yang wajib diingat sebelum mulai menaruh uang di platform digital, yaitu prinsip 2L:
​Legal: Pastikan lembaga dan produk investasinya berizin resmi dan diawasi oleh OJK.

​Logis: Keuntungan yang ditawarkan harus masuk akal, bukan janji manis kaya mendadak dalam semalam.

​Rektor UNIDA Gontor: Dunia Ini Penuh Tipu Daya, Kuasai Ilmunya
​Gayung bersambut, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas inisiatif OJK ini. Menurutnya, materi keuangan seperti ini adalah bekal hidup yang krusial bagi mahasiswa di era digital.

​”Sekarang orang harus bisa mengelola uangnya dengan sebaik-baiknya dalam situasi dunia yang penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Saya berharap anak-anakku tidak terjebak dan tertipu karena tidak tahu ilmunya bagaimana investasi secara online,” tutur KH. Hamid penuh kebapakan.

​Kegiatan di UNIDA Gontor ini bukan aksi tunggal, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang OJK melalui rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Jawa Timur. Selain menyasar kalangan akademisi, OJK juga bergerak ke beberapa titik strategis lainnya:

​Kota Kediri: Sosialisasi pasar modal di lingkungan pemerintah kota sekaligus pencanangan Galeri Investasi khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Radio Andika Kediri: Mengudara lewat talkshow interaktif untuk memperluas edukasi perlindungan investor ke masyarakat luas.

​Kota Madiun: Menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup, OJK menggelar sosialisasi Perdagangan Karbon di Bursa Karbon bagi pelaku industri daerah dan lembaga jasa keuangan.

​Melalui gerilya edukasi yang masif ini, OJK berharap masyarakat Indonesia—mulai dari ASN, pelaku industri, hingga kalangan santri—bisa lebih melek finansial, mengenali potensi Bursa Karbon, dan menjadi benteng kokoh bagi pertumbuhan ekonomi domestik yang sehat. (Rep/Ef)