
Jakarta, MADU TV – Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menerima sejumlah laporan terkait kendala dalam proses pemungutan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Tangerang Selatan, Banten. Kendala tersebut muncul akibat banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa (13/2/2024).
Puluhan TPS di Tangerang Selatan mengalami keterlambatan dalam pelaksanaan pemungutan suara karena dampak cuaca ekstrem. Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menyampaikan rekomendasi untuk melakukan pemungutan dan pencoblosan ulang di setiap TPS yang terdampak bencana banjir. Rekomendasi ini disampaikan pada Rabu (14/2/2024) sebagai respons atas kondisi darurat yang dihadapi oleh sejumlah TPS di daerah tersebut.
Rahmat Bagja menegaskan urgensi langkah-langkah cepat untuk memastikan integritas dan keberlangsungan proses pemilihan umum di TPS yang terkena dampak. “Kami menerima sejumlah laporan terkait kendala yang dihadapi di lapangan, terutama terkait keterlambatan dan hambatan dalam proses pemungutan suara akibat banjir. Oleh karena itu, kami merekomendasikan pemungutan dan pencoblosan ulang di tempat-tempat yang terdampak,” ungkap Rahmat Bagja dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu RI.
Bagja juga menambahkan bahwa keputusan untuk melakukan pemungutan ulang ini diharapkan dapat memastikan hak-hak pemilih terlindungi dan memberikan keadilan dalam proses demokrasi. Langkah ini sekaligus sebagai bentuk tanggapan cepat Bawaslu terhadap situasi darurat di TPS yang terkena dampak banjir.




