spot_img
Senin, April 20, 2026
Beranda POLITIK Bawaslu Kota Kediri Perkuat Sinergi Kelembagaan, Literasi Demokrasi Bagi Masyarakat

Bawaslu Kota Kediri Perkuat Sinergi Kelembagaan, Literasi Demokrasi Bagi Masyarakat

30

KEDIRI, MADUTV – Meperkuat Literasi Demokrasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Hubungan dan Eksistensi Kelembagaan Bawaslu Kota Kediri: Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, Kamis (25/9/2025).

Acara yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kediri ini dihadiri perwakilan lembaga negara, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, hingga pemantau pemilu.

Ketua Bawaslu Kota Kediri, Yudi Agung Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus literasi demokrasi bagi masyarakat.

“Tantangan pengawasan pemilu semakin kompleks. Karena itu, Bawaslu perlu memperkuat kapasitas kelembagaan dengan membangun kerjasama lintas instansi dan komunitas,” ujar Yudi.

Menurutnya, penguatan kelembagaan bukan sekadar wacana diskusi, melainkan langkah konkret agar pengawasan pemilu ke depan lebih efektif, terfokus, dan partisipatif.

Sementara itu, anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dewita Hayu Shinta, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program bersama Komisi II DPR RI yang dilaksanakan secara bergilir di wilayah Dapil VI, meliputi Kediri, Blitar, dan Tulungagung.

“Saat ini kita memasuki tahapan pasca pemilu (post election). Pada fase ini, Bawaslu tidak hanya mengevaluasi pengalaman pengawasan pemilu sebelumnya, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran politik masyarakat,” terang Dewita.

Ia menekankan pentingnya literasi demokrasi agar masyarakat tidak terjebak pada demokrasi prosedural semata. Kesadaran politik, kata Dewita, harus dibangun berulang kali agar pemilih memahami bahwa keputusan di bilik suara akan berdampak besar bagi masa depan bangsa.

“Partisipasi politik bukan hanya soal datang ke TPS. Lebih dari itu, masyarakat harus sadar bahwa pilihan mereka menentukan arah kebijakan pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan sosial di masa mendatang,” tegasnya.

Melalui forum ini, Bawaslu berharap terbangun kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari aparat, akademisi, organisasi masyarakat, hingga kelompok pemuda dan mahasiswa. Tujuannya, menjaga keberlanjutan literasi demokrasi dan memastikan pemilu mendatang berjalan jujur, adil, dan bermartabat. (Ef)