spot_img
Trending
Minggu, Oktober 4, 2026
Beranda Banyuwangi Sumberasri, Patahkan Mitos melalui Festival Alas Purwo 2026

Sumberasri, Patahkan Mitos melalui Festival Alas Purwo 2026

28

PURWOHARJO – Ada anggapan yang selama ini cukup melekat di tengah masyarakat bahwa Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, kurang ramai jika menjadi lokasi sebuah kegiatan. Pemerintah desa setempat kini ingin membuktikan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Festival Rakyat Alas Purwo 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Desa Sumberasri untuk mematahkan anggapan tersebut.
Kepala Desa Sumberasri, Mohamad Yasin, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya memang memiliki keinginan agar desanya menjadi tuan rumah kegiatan seni dan budaya, khususnya Festival Rakyat Alas Purwo.

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan. Sumberasri merupakan salah satu desa penyangga sekaligus pemangku kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang memiliki potensi cukup lengkap.

“Potensi alam kita cukup lengkap. Ada laut, hutan, persawahan, sampai kebudayaan masyarakat,” kata Yasin.

Menurutnya, kekuatan Sumberasri bukan hanya pada potensi alam. Keragaman masyarakat dan kehidupan sosial yang rukun juga menjadi modal penting untuk menggelar kegiatan berskala besar.
Di desa tersebut juga terdapat berbagai lembaga pendidikan mulai dari Paud TK/RA, SD/MI, Smp/MTs dan juga MA dan juga pesantren. Berbagai kelompok masyarakat dan organisasi kemasyarakatan pun hidup berdampingan.

Karena itu, Yasin menilai Sumberasri memiliki modal sosial yang cukup untuk menjadi tuan rumah kegiatan budaya.
Namun, ada satu hal yang menurutnya ingin dibuktikan melalui Festival Rakyat Alas Purwo 2026.

“Secara tergelitik, saya memang ingin membongkar sekaligus mematahkan mitos yang selama ini menghantui masyarakat Sumberasri. Di antaranya Sumberasri kurang ramai kalau digelar kegiatan,” ujarnya.

Festival tersebut kemudian menjadi pembuktian.

Dengan kerja sama dan dukungan berbagai pihak di desa, kegiatan yang digagas Padepokan Seni Alang-alang Kumitir pimpinan Punjul Ismuwardoyo itu mampu menghadirkan berbagai aktivitas dan melibatkan masyarakat setempat.
Salah satu indikatornya terlihat dari sektor UMKM. Lebih dari 50 tenda bazar telah terisi oleh para pedagang.
Bagi Yasin, kehadiran para pelaku UMKM tersebut menunjukkan adanya kepercayaan bahwa kegiatan di Sumberasri mampu mendatangkan pengunjung.

“Ini menunjukkan para pedagang percaya jika kegiatan di sini akan ramai. Yang membeli bisa orang Sumberasri maupun pengunjung dari tempat lain,” katanya.
Festival Rakyat Alas Purwo 2026 juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Yasin ingin pelaksanaan tahun ini menjadi semacam prototipe bagi desa-desa lain yang nantinya menjadi lokasi Festival Alas Purwo.

Jika festival pada tahun berikutnya berpindah ke desa lain, menurutnya, bukan tidak mungkin Sumberasri kembali membuat kegiatan dengan konsep serupa.
“Kalau nanti kegiatan Festival Alas Purwo dilaksanakan di desa lain, tidak menutup kemungkinan Desa Sumberasri akan menggelar kegiatan serupa yang mengandung unsur kebudayaan, kesenian serta keragaman masyarakat,” ungkapnya.

Festival kali ini juga memiliki momentum lain bagi Sumberasri. Pemerintah desa sekaligus meluncurkan ruang terbuka hijau (RTH) yang baru selesai dibangun.
Yasin berharap keberadaan RTH tersebut dapat menjadi ruang publik baru bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai ruang pertemuan dan aktivitas pemuda maupun kelompok masyarakat.

“Kita punya RTH yang sangat bagus. Bisa menjadi ruang pertemuan, ruang bersantai masyarakat, pemuda untuk berkegiatan yang bisa kita nikmati bersama. Ini kita launching saat ini juga,” pungkas Yasin.

Bagi Pemerintah Desa Sumberasri, Festival Rakyat Alas Purwo 2026 akhirnya bukan hanya tentang pertunjukan seni dan budaya. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi panggung pembuktian bahwa sebuah desa dengan segala keragaman dan potensinya juga mampu menjadi pusat keramaian ketika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.

Hal senada disampaikan Teguh Budi Santoso, kader Muhammadiyah yang aktif sebagai Majelis Ekonomi. Menurutnya, kegiatan ini akan membawa dampak ekonomi secara luas, mulai dari warga Desa Sumberasri hingga daerah di luar Sumberasri. “Ini perputaran ekonomi jelas akan berjalan baik. Tidak hanya bagi UMKM Sumberasri, namun juga Banyuwangi secara umum,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah penyempurnaan dan pemasangan kelengkapan kegiatan terus dikebut panitia. Setiap hari, di kantor desa Sumberasri seluruh jajaran mulai dari pemerintah desa, jajaran ormas mulai dari Muhammadyah beserta Ortom seperti Nasiatul Aisyah, pemuda Muhammadiyah, Kokam, Tapak suci, Nahdlatul Ulama bersama banomnya meliputi Fatayat, Muslimat, banser, Pagar Nusa, IPNU IPPNU dan juga dari kalangan Pecalang umat Hindu terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung. (Red/Gus)