
BANGKALAN, JAWA TIMUR – Sejumlah spanduk dan baliho provokatif dengan tempekan foto Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka, yang berisi tulisan berbau provokatif, kini tersebar di sejumlah titik strategis di jalur utama, termasuk akses tol Jembatan Suramadu, Bangkalan. Foto Gibran dengan tulisan intimidasi tersebut membuatnya viral di media sosial.
Pemasangan spanduk yang memuat narasi beragam, mulai dari nada kecaman dan amarah terhadap Gibran hingga bahasa kasar terhadap putra Presiden Joko Widodo, terjadi setelah Gibran melaksanakan debat cawapres beberapa hari lalu. Aksinya dianggap merendahkan sosok cawapres nomor urut tiga, Mahfud MD.
Munculnya tulisan provokatif dalam sejumlah spanduk dan baliho di jalanan utama Bangkalan ini menimbulkan reaksi di kalangan masyarakat. Hal tersebut kemudian direspons oleh pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangkalan bersama sejumlah instansi terkait. Mereka langsung bertindak dengan melakukan pembersihan terhadap keberadaan spanduk dan baliho tersebut.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Ahmad Mustain Saleh, menegaskan bahwa hasil penelusuran Bawaslu menunjukkan spanduk yang berbentuk provokatif dan mengandung unsur SARA terletak di akses tol Suramadu dan wilayah Blega Kabupaten Bangkalan.
Ahmad Mustain Saleh, Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan, dalam pernyataannya menyampaikan, “Bawaslu Bangkalan meminta agar warga tidak menempelkan spanduk dan baliho yang mengandung unsur provokatif terhadap orang lain.”
Pihak berwenang berharap agar situasi kondusif dapat tetap terjaga menjelang pelaksanaan pemilihan. Dalam konteks ini, mereka menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika dalam menyampaikan dukungan atau kritik terhadap para calon pemimpin, guna memastikan jalannya proses demokrasi yang sehat dan damai di Bangkalan.




