
BLITAR, MADUTV – Jelang Hari Raya Idul adha 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar (DKPP) kota Blitar melakukan pemeriksaan ketat terhadap hewan kurban di Pasar Hewan Dimoro. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan hewan kurban agar layak potong dan aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan terbaru, pihaknya menemukan beberapa kasus penyakit pada hewan kurban.
โHari ini kami temukan satu ekor sapi terindikasi LSD (Lumpy Skin Disease). Kami minta segera dikembalikan ke daerah asal, karena sapi tersebut berasal dari luar Kota Blitar. Lokasi kandangnya langsung kami sterilkan dan kendaraan pengangkutnya disemprot disinfektan,โ ujar Dewi saat ditemui di lokasi pemeriksaan, Selasa (3/6/2025).
Tak hanya itu, pada pemeriksaan kambing, ditemukan satu ekor kambing menderita penyakit OS (oral stomatitis), yaitu luka dan bentol di area mulut. Selain itu, 15 ekor kambing terinfeksi parasit cacing, serta beberapa kasus penyakit non-infeksius lainnya.
Meski ditemukan kasus tersebut, Dewi menegaskan bahwa stok hewan kurban di Kota Blitar dalam kondisi aman dan masih mencukupi kebutuhan warga.
โTahun lalu tercatat 571 ekor sapi dan 1.142 ekor kambing yang disembelih untuk kurban. Tahun ini kami memperkirakan ada peningkatan permintaan,โ jelasnya.
Untuk memastikan kelayakan hewan kurban, sebanyak 60 petugas akan diterjunkan dalam pemeriksaan antemortem (sebelum disembelih) dan postmortem (setelah disembelih) selama masa kurban. Hewan yang masuk wilayah Blitar juga diwajibkan memiliki riwayat vaksinasi.
โUntuk vaksinasi PMK, sudah dilakukan pada sekitar 600 ekor, vaksin antraks juga 600 ekor, dan rabies pada 150 ekor hewan,โ tambah Dewi.
Ia mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban dari tempat yang terpercaya dan bersertifikat, serta tidak ragu meminta surat keterangan kesehatan hewan kepada penjual. (Suk)







