
MADUTV, KEDIRI – Dalam rangka memperingati HUT ke-58 BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Kediri menggelar Semarak Gerak Sehat Prolanis sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kesehatan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Kegiatan ini diikuti oleh 282 peserta dari 13 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan didukung oleh sembilan laboratorium mitra yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P, menyampaikan apresiasi atas dedikasi BPJS Kesehatan yang selama ini terus menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan kesehatan.
“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dedikasi BPJS Kesehatan dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Upaya ini mampu memantik semangat gotong royong serta mengajak semua pihak untuk
memperkuat kolaborasi dan integrasi layanan kesehatan yang inklusif dan
berkelanjutan,” ujar dr. Hamida pada Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan modal penting dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional.
“Harapan kami ke depan, BPJS Kesehatan semakin terpercaya, inovatif, dan mudah
diakses oleh seluruh rakyat Indonesia. Mari kita terus mendukung transformasi layanan kesehatan nasional demi mewujudkan Indonesia yang semakin sehat dan semangat menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menegaskan bahwa Prolanis merupakan salah satu program unggulan BPJS Kesehatan yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. Menurutnya, keberhasilan Prolanis sangat
bergantung pada konsistensi peserta dalam menjalani pola hidup sehat.
“Melalui kegiatan Prolanis, diharapkan peserta yang mengidap penyakit kronis dapat mengendalikan kondisi kesehatannya dengan lebih baik. Dengan rutin menjalani pemeriksaan laboratorium secara berkala dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, peserta dapat menjaga kondisi kesehatannya serta meningkatkan kualitas hidup agar
tetap sehat dan produktif,” jelas Tutus.
Pada kegiatan tersebut juga diperkenalkan Gerak Sehat Prolanis (GSP) 335 sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang dianjurkan bagi peserta Prolanis. GSP 335 dilakukadengan berjalan santai selama tiga menit, dilanjutkan berjalan cepat selama tiga menit, kemudian diulangi sebanyak lima set sehingga total durasi aktivitas fisik mencapai 30 menit.
“Pola olahraga ini merupakan salah satu inovasi BPJS Kesehatan untuk mendorong
masyarakat lebih aktif bergerak sesuai anjuran aktivitas fisik harian. Dengan gerakan yang sederhana dan mudah dilakukan, GSP 335 diharapkan dapat menjadi kebiasaan sehat yang diterapkan oleh seluruh masyarakat,” ungkap Tutus.
Salah seorang peserta JKN, Erna (46), yang hidup dengan hipertensi mengaku rutin mengikuti berbagai kegiatan Prolanis, seperti senam dan pemeriksaan kesehatan berkala, untuk memantau kondisi tekanan darahnya.
Selain itu, ia juga menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan,
berolahraga secara rutin, dan berjalan kaki setiap hari sebagai upaya mengendalikan hipertensi serta mencegah komplikasi.
“Setiap hari saya berusaha berjalan kaki selama 30 menit. Seminggu sekali saya juga mengikuti olahraga pilates. Selain itu, saya mulai lebih memperhatikan pola makan dengan memilih makanan yang lebih sehat. Semua ini saya lakukan agar kondisi kesehatan tetap terjaga dan penyakit tidak kambuh lagi,” tutup Erna. (Ef)




