Ribuan KPPS Ikuti Bimtek Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara

KPU Kota Probolinggo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi ribuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di GOR Mastrip Kota Probolinggo

Probolinggo – KPU Kota Probolinggo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi ribuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di GOR Mastrip Kota Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan agar para KPPS dapat menguasai mekanisme pemungutan suara dan penghitungan suara dengan baik. Bimtek tersebut diselenggarakan sebagai persiapan menghadapi Pemilihan Umum tahun 2024.

Sebanyak 4.683 KPPS turut serta dalam kegiatan Bimtek yang berlangsung di GOR Mastrip. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar mereka dapat memahami secara mendalam proses pemungutan suara dan penghitungan suara sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh KPU Kota Probolinggo.

Kehadiran dalam acara Bimtek KPPS di GOR Mastrip dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Kapolres Probolinggo Kota, dan perwakilan KPU Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi antara instansi terkait ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di Kota Probolinggo.

Dari total 4.683 KPPS yang mengikuti Bimtek, mereka nantinya akan ditugaskan di 669 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 29 kelurahan di Kota Probolinggo. KPU Kota Probolinggo mencatat bahwa saat ini setiap TPS sudah memiliki petugas KPPS yang lengkap. Untuk mengantisipasi kemungkinan pengunduran diri, KPU Kota Probolinggo membatasi waktu bagi KPPS dalam pelaksanaan tugas mereka.

Ketua KPU Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, menyatakan bahwa Bimtek ini dilaksanakan sesuai arahan KPU RI. Berbeda dengan pemilu sebelumnya, kali ini seluruh anggota KPPS turut serta dalam Bimtek untuk memastikan pemahaman yang merata dan mendalam terhadap tugas mereka.

Choirul Anam, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa selain aspek pemahaman tugas, keberhasilan pemilu juga bergantung pada kesiapan fisik dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPPS. Oleh karena itu, peserta rekrutmen diwajibkan menyerahkan surat kesehatan, dan usia KPPS diutamakan di bawah 55 tahun.

Lebih lanjut, Anam menyebutkan bahwa distribusi logistik pemilu di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sumenep, menjadi perhatian khusus. Kabupaten tersebut, sebagai bagian dari Pulau Madura, memiliki 116 pulau yang dihuni. KPU telah berkoordinasi dengan Koarmada II TNI AL untuk memastikan distribusi logistik pemilu ke 116 pulau tersebut menggunakan kapal milik TNI AL.