
MADUTV, PAMEKASAN – Puluhan petugas hingha narapidana di Lapas Kelas IIA Pamekasan, Madura, Jawa timur, Kamis (8/1/2026), dilakukan tes urin mendadak.
Sebanyak 57 pegawai, para regu pengamanan, termasuk 30 petugas magang dari Kementerian Ketenagakerjaan menjalani tes urin.
Pengecekan itu tidak hanya menyasar petugas, warga binaan juga ikut dites secara acak. Dari total 857 penghuni lapas, sebanyak 30 narapidana dipilih random untuk menjalani tes urin.
Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Syukron Hamdani, menegaskan tes urin dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Usai jajaran lapas mengikuti zoom meeting dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Kami diminta seluruh petugas hingga narapidan untuk dilakukan tes urin,” kata Syukron Hamdani.
Menurutnya, petugas lapas harus bersih dari narkotika dan barang terlarang serta meningkatkan penjagaan terhadap barang terlarang dari luar.
“Langkah itu ditempuh sebagai antisipasi peredaran narkotika di dalam lapas yang dinilai rawan disusupi barang terlarang,” tambahnya.
Menurut Syukron, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika. Hal tu menjadi penguat komitmen lapas dalam memerangi peredaran narkoba.
“Tes urin dadakan akan terus dibarengi dengan penggeledahan mendadak. Langkah tersebut dilakukan untuk menutup ruang gerak peredaran narkotika di lingkungan lapas,” pungkasnya.
Komitmen pemberantasan narkoba tidak bisa ditawar. Baik petugas maupun warga binaan dituntut patuh demi menciptakan lapas yang aman dan bersih dari narkotika. (Ris)







